Paraga Kembali Borong Saham Bumi Serpong Damai Rp 24,1 Miliar

Katadata
Bumi Serpong Damai
Penulis: Zahwa Madjid
Editor: Lona Olavia
28/3/2023, 13.40 WIB

Saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) kembali diborong oleh pemegang saham pengendalinya, PT Paraga Artamida.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/3) Paraga Artamida memborong 25,4 juta saham BSDE. Transaksi berlangsung pada 17-24 Maret 2023.

Manajemen BSDE menjelaskan bahwa rata-rata harga per saham berkisar Rp 947 per saham. Dengan demikian, Paraga Artamida mengeluarkan dana sekitar Rp 24,1 miliar untuk melakukan transaksi tersebut.

“Pembelian saham Bumi Serpong Damai oleh Paraga Artamida dilakukan untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung,” tulis manajemen.

Sebelumnya, Paraga Artamida membeli 95,9 juta saham BSDE dengan harga pelaksanaan Rp 1.075 per lembar saham. Dari transaksi tersebut, Paraga Artamida mengeluarkan dana senilai Rp 103,16 miliar. Transaksi berlangsung pada 7-16 Maret 2023.

Setelah kedua transaksi tersebut, kepemilikan Paraga Artamida dalam BSDE bertambah menjadi 7,71 juta dari sebelumnya 7,59 juta.

Terkait kinerja, emiten pengembang properti Grup Sinar Mas, BSDE membukukan laba bersih senilai Rp 2,43 triliun sepanjang tahun 2022. Laba bersih BSDE naik 80,4% dibanding tahun sebelumnya Rp 1,35 triliun. Seiring naiknya perolehan laba, pendapatan usaha BSDE juga terkerek 33,71% menjadi Rp 10,24 triliun. 

Direktur Bumi Serpong Damai Hermawan Wijaya mengatakan, minat konsumen terhadap produk properti perusahaan cukup tinggi baik residensial maupun komersial. BSDE memiliki beberapa segmen utama dalam pendapatan yakni segmen penjualan anah, bangunan dan strata title, segmen sewa, segmen hotel, segmen arena rekreasi, dan segmen pengelolaan gedung dan segmen lainnya.

Hingga sesi pertama perdagangan Selasa (28/3) saham BSDE meningkat 1,04% menjadi Rp 970 per saham. Volume perdagangan 3,73 juta dan nilai transaksi Rp 3,6 miliat dan frekuensi 825 kali. Kapitaliasi pasar mencapai Rp 20,5 triliun.

Reporter: Zahwa Madjid