Pemerintah Berencana Inbreng Saham Waskita ke Hutama Karya

KATADATA/Arief Kamaludin
Pemerintah berencana memindahkan kepemilikan sahamnya di Waskita Karya ke Hutama Karya atau inbreng saham.
5/6/2023, 18.42 WIB
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merencanakan pemindahan saham milik pemerintah di PT Waskita Karya Tbk (WSKT) atau inbreng ke PT Hutama Karya. Menurut data, ada 75,34% saham pemerintah di Waskita dan seluruhnya akan dialokasikan kepada Hutama Karya.
 
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, imbreng tersebut merupakan salah satu ide penggabungan WSKT kepada HK dan belum final. Namun, Tiko akan memastikan inbreng baru akan dilakukan jika tahapan restrukturisasi Waskita selesai.
 
"Tapi memastikan dulu restrukturisasi Waskita selesai karena Hutama Karya tugasnya berat untuk menyelesaikan Trans Sumatera. Jadi saya harus pastikan restrukturisasinya selesai dulu baru dilakukan itu," kata Tiko di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/6).

Tiko mengatakan setelah inbreng terealisasi, nantinya Hutama Karya dipastikan tidak menjadi perusahaan terbuka dan Waskita masih akan tetap menjadi perusahaan publik. Tiko berasalan, Hutama Karya tidak mungkin menjadi perusahaan terbuka karena masih banyak penugasaan yang diberikan kepada perusahaan tersebut.

"Hutama Karya tetap non terbuka karena masih mengerjakan Trans Sumatera yang masih panjang. Jadi tidak mungkin kita listingin karena penugasan PSO-nya tinggi," katanya.

Tiko berharap dari imbreng tersebut, Waskita mendapatkan proyek jika di bawah Hutama Karya. "Kalau di bawah HK kan HK banyak proyek. Waskita bisa dikasih proyek yang marginnya terukur, tidak bersaing bebas tapi rugi," katanya.

Adapun dirinya juga menyebutkan tiga penyehatan Waskita. Seperti penyehatan dari sisi keuangan dari restrukturisasi dengan kreditur dan pemegang obligasi. BUMN saat ini sedang negosiasi ketat dengan kreditur dan pemegang obligasi apakah dapat perpanjang 10 atau pun 18 tahun.

"Kami juga lagi pertimbangkan kalau ada tambahan modal Waskita, tapi PMN kita pisahkan. Kami audit lagi tata kelola keuangan dan operasional," ujar Tiko.
 
Reporter: Patricia Yashinta Desy Abigail