Danantara Teken Kerja Sama dengan Eramet, Bangun Hilirisasi Nikel di Maluku

ANTARA FOTO/Galih Pradipta/app/YU
Presiden Prabowo Subianto (keempat kanan) dan Presiden Prancis Emmanuel Macron (kelima kiri) bersama jajaran menteri kedua negara melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025). Kunjungan kenegaraan Emmanuel Macron di Istana Kepresidenan Jakarta tersebut untuk mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis antara Indonesia dengan Prancis.
28/5/2025, 17.34 WIB

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara bersama Indonesia Investment Authority (INA) menyepakati kerja sama dengan perusahaan pertambangan asal Prancis, Eramet. Mereka akan bekerja sama dalam pengelolaan mineral kritis untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik dan hilirisasi nikel.

Kesepatan ini merupakan salah satu dari 21 komitmen yang disepakati bersama antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (28/5).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan,  Eramet telah memulai proyek hilirisasi nikel di Kawasan Industri Weda Bay, Kabutapen Halmahera Tengah, Maluku Utara. “Eramet itu memang bisnisnya ekosistem daripada hilirisasi nikel di Maluku Utara,” kata Bahlil seusai pertemuan bilateral Prabowo dan Macron.

Kemitraan yang tertuang dalam nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem hilirisasi nikel hingga menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik (EV).

Kepala Pelaksana Bidang Investasi Danantara Pandu Patria Sjahrir menjelaskan. Danantara dan INA akan mengelola pembiayaan jangka panjang untuk mendukung pengembangan investasi. Sedangkan Eramet berkontribusi melalui keahlian teknis dan pengalaman dalam menjalankan proyek pertambangan skala besar sesuai standar berkelanjutan internasional.

“Kemitraan ini mencerminkan komitmen ketiga pihak untuk mendorong investasi hilirisasi nikel kelas dunia di Indonesia, yang merupakan salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing industri nasional,” kata Pandu dalam siaran pers, Rabu (28/5).

Direktur Utama Eramet Group Paulo Castellari menyatakan, langkah perusahaan dalam lini bisnis pengolahan hilir, transisi energi, dan mineral kritis sejalan dengan prioritas Danantara dan INA.

Menurut Paulo, Eramet telah meninjau berbagai peluang untuk berpartisipasi dalam rantai nilai baterai EV berbasis nikel di Indonesia. “Kami siap memberikan kontribusi melalui keahlian kami di bidang pertambangan berkelanjutan serta komitmen jangka panjang dalam mengembangkan industri strategis di tanah air,” ujar Paulo.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Muhamad Fajar Riyandanu