Chandra Asri Buka Suara Soal kepemilikan Saham Prodia: Tak Ubah Fokus Bisnis

Chandra Asri
Kantor Chandra Asri Group di Jakarta
20/6/2026, 20.54 WIB
 PT Chandra Asri Pacific Tbk menjelaskan alasan mereka membeli saham PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) sebanyak 1,48%. Mereka mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari investasi jangka pendek.
 
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi juga mengatakan pembelian saham tersebut tak mencerminkan perubahan arah bisnis perseroan.
 
"Investasi saham PRDA merupakan bagian dari pengelolaan portofolio keuangan yang bersifat non-strategis dan tidak terkait dengan rencana ekspansi, akuisisi, kemitraan strategis, maupun perubahan fokus bisnis Chandra Asri Group," kata Suryandi dalam keterangan tertulis Chandra Asri Group, Sabtu (20/6).
 
Suryandi juga mengatakan kepemilikan saham itu tak mencerminkan keterlibatan Chandra Asri dalam operasional Prodia. Dia menjelaskan, setiap informasi akan disampaikan secara terbuka lewat otoritas bursa dan masyarakat.
 
"Kami akan terus memastikan bahwa setiap informasi yang disampaikan kepada publik akurat, relevan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya.
 
 
Grup usaha Prajogo Pangestu itu membeli sejumlah saham Prodia di tengah rencana anak usaha PRDA, PT Prodia Diagnostic Line untu melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
 
Berdasarkan data pemegang saham yang diterbitkan BEI, emiten berkode TPIA itu memiliki sebanyak 13,89 juta lembar saham atau sekitar 1,48% saham PRDA per Mei 2026. 
 
PT Prodia Utama masih menjadi pemegang saham pengendali PRDA dengan kepemilikan 534,37 juta saham atau setara 57%. Di posisi berikutnya terdapat Bio Majesty Pte Ltd yang menggenggam 112,5 juta saham atau 12%. Sementara itu, PT Prodia Widyahusada Tbk tercatat memiliki 47,72 juta saham treasuri atau 5,09%.
 
Selain itu, saham PRDA juga dimiliki sejumlah investor institusi, antara lain EFG Bank AG Singapore Branch A/C Clients sebanyak 30,12 juta saham atau 3,21%, Caceis Bank Luxembourg Branch/UCITS Clients sebanyak 10,37 juta saham atau 1,11%. 
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.