Danantara Siapkan Daftar Proyek yang akan Dibawa ke Investor di G20 Miami
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani sedang menyiapkan daftar sejumlah proyek yang bisa dikerjasamakan dengan investor dalam gelaran G20 di Miami, Amerika Serikat. Pertemuan tingkat dunia ini rencananya akan dilaksanakan pada Desember 2026.
“Sedang kami siapkan daftar, supaya kerjasamanya sesuai dengan program peningkatan atau optimalisasi dari aset BUMN,” kata Rosan saat ditemui usai rapat terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Selasa (3/11).
Dia menyebut dalam acara G20, Danantara berencana melakukan pembicaraan dengan investor besar. Rosan mengatakan dalam agenda tersebut juga rencananya akan ada forum antara Danantara dengan Milken Institute. Dia juga membuka potensi terjadinya pembicaraan investasi Danantara di US-ASEAN dalam G20.
Bidik kerja sama dengan AS
Sedangkan pemerintah telah membidik kesepakatan perdagangan bilateral Indonesia dan Amerika Serikat (AS) dapat mencapai US$ 33 miliar pada tahun ini.
“Kesepakatan ini diharapkan dapat mendukung berbagai sektor, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat rantai pasok antara Amerika Serikat dan Indonesia,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan perwakilan US-ASEAN Business Council (US-ABC) dikutip dari Antara, Selasa (3/11).
Dalam pertemuan dengan Duta Besar Brian D. McFeeters, Presiden dan CEO US-ASEAN Business Council (US-ABC), Airlangga menyampaikan hubungan perdagangan dan investasi Indonesia-AS menunjukkan perkembangan positif.
Pada Januari-Agustus 2026, perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$ 32,34 miliar, tumbuh 11,82% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. AS juga menjadi tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia.
Sementara itu, investasi AS di Indonesia pada triwulan I - triwulan III 2026 mencapai US$ 3,4 miliar, naik dibandingkan sekitar US$ 3 miliar pada 2025.
“Saya juga senang dengan investasi AS, yang mencapai 3,4 miliar dolar AS dalam tiga kuartal terakhir, sehingga AS kini menjadi investor terbesar keempat di Indonesia,” ujarnya.
Dalam upaya tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan perusahaan AS di sejumlah sektor, antara lain manufaktur, teknologi digital, kecerdasan artifisial (AI), dan energi.
Pemerintah juga mendorong kemitraan yang tidak hanya mendatangkan investasi, tetapi turut membawa teknologi dan keahlian guna mengembangkan rantai pasok nasional.
Di sektor semikonduktor sendiri, Airlangga menyampaikan nilai pasar diperkirakan meningkat dari US$ 5,08 miliar pada 2025 menjadi US$ 7,07 miliar pada 2030. Perkembangan itu dinilai membuka peluang penguatan kerja sama industri tersebut antara Indonesia dan AS.
Selain peluang investasi, Airlangga turut membahas berbagai hambatan (debottlenecking) yang dihadapi perusahaan AS dalam menjalankan kegiatan usaha di Indonesia.
Dia menyampaikan pemerintah membuka ruang bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kendala yang dihadapi agar dapat ditindaklanjuti bersama kementerian/lembaga (K/L) terkait.
Dalam rangka mendukung kampanye penyelenggaraan G20 di Indonesia, Katadata menyajikan beragam konten informatif terkait berbagai aktivitas dan agenda G20 hingga berpuncak pada KTT G20 November 2022 nanti. Simak rangkaian lengkapnya di sini.