Tutup Tahun 2019, Rupiah Menguat Tembus Level Baru 13.800 per Dolar AS

Arief Kamaludin|KATADATA
Ilustrasi. Rupiah pada perdagangan di pasar spot hari terakhir tahun ini, Selasa (31/12) menguat 0,42% ke posisi Rp 13.865 per dolar AS.
Penulis: Agustiyanti
31/12/2019, 16.35 WIB

Nilai tukar rupiah pada perdagangan di pasar spot hari terakhir tahun ini, Selasa (31/12) menguat 0,42% ke posisi Rp 13.865 per dolar AS. Rupiah sepanjang tahun ini berhasil menguat 3,64%.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate atau JISDOR menempatkan rupiah di posisi Rp 13.901 per dolar AS, menguat dari kemarin Rp 13.945 per dolar AS. Sementara dibanding posisi akhir tahun lalu Rp 14.481 per dolar AS, rupiah mengguat 580 poin.

Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra menjelaskan, penguatan rupiah hari terakhir tahun ini sebenarnya masih mengikuti penguatan mata uang global terhadap dolar AS.

(Baca: Rupiah Paling Kuat Keempat di ASEAN Sepanjang 2019)

Mengutip Bloomberg, indeks dolar melemah 0,1% ke level 96,63. Sementara mayoritas mata uang Asia kompak bergerak menguat.

Yuan Tiongkok melaju 0,31%, baht Thailand 0,59%, ringit Malaysia 0,32%, peso Filipina 0,42%, rupee India 0,03%, dolar Hong Kong 0,02%, dolar Singapura 0,18%, dan yen Jepang 0,23%.

"Meredanya kekhawatiran mengenai perang dagang membantu penguatan sentimen positif di aset-aset berisiko, termasuk rupiah," ujar Ariston kepada Katadata.co.id.

(Baca: Sepuluh Peristiwa Paling Menyedot Perhatian Publik Sepanjang 2019)

Pelemahan dolar AS, menurut dia, kemungkinan juga mengantisipasi sikap The Fed yang sebelumnya menyatakan tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan tahun depan dan faktor pemilu AS.

"Potensi lanjutan penguatan rupiah tahun depan masih terbuka asalkan AS dan Tiongkok tidak membuka perang dagang baru," terang dia.