Pertamina Yakin Mudah Mendapatkan Pendanaan
KATADATA ? PT Pertamina (Persero) merasa cukup optimistis akan mudah mendapatkan pendanaan untuk mengambil alih Blok Mahakam, Kalimantan Timur. Menurut Direktur Keuangan Pertamina Arif Budiman, pengelolaan Blok Mahakam yang sudah berproduksi semestinya masuk dalam investasi yang bisa dibiayai oleh perbankan (bankable).
"Blok Mahakam kan sudah berproduksi, pasti gampang (dapat pendanaan)," kata dia kepada Katadata di Jakarta, Kamis (15/1).
Saat ini Pertamina masih menyusun proposal pengelolaan ladang minyak dan gas (migas) Blok Mahakam. Rencananya, proposal tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Maret tahun ini.
Saat ini, blok minyak dan gas (migas) di Kalimantan Timur ini masih dikelola oleh perusahaan asal Prancis, Total E&P Indonesie dan Inpex dari Jepang. Blok ini masih mengandung cadangan migas sebesar 6 trilion cubic feet (tcf) hingga 8 tcf.
Kapasitas produksinya dikisaran 1.700 juta kaki kubik per hari (mmscfd), dan kondensat sekitar 67 ribu barel per hari (bph). Jumlah ini dinilai besar, mengingat produksi keseluruhan minyak di Indonesia saat ini masih kurang dari 900 ribu bph dan gas 8.700 mmscfd.
Tahun lalu, Total E&P Indonesie menganggarkan dana sebesar US$ 2,5 miliar untuk pengelolaan Blok Mahakam. Dana tersebut diperkirakan meningkat menjadi US$ 3 miliar pada 2015.
Jika mengacu pada investasi yang dikeluarkan Total E&P Indonesie tersebut, Pertamina mesti menyiapkan dana investasi sekitar Rp 30 triliun sampai Rp 40 triliun tiap tahun untuk mengelola Blok Mahakam.
Pertamina akan menjajaki kerjasama dengan perbankan pelat merah untuk membiayai investasi pengelolaan Blok Mahakam. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Gatot M. Suwondo mengatakan pihaknya belum mengetahui skema transaksi pengambilalihan blok dekat Sungai Mahakam ini.
Dia mengaku perusahaannya belum berpengalaman untuk mendanai investasi eksplorasi migas, dan hanya mau membantu Pertamina untuk pembiayaan yang bersifat cash management. "Kami masih yang cash managemen, belum berani yang eksplorasi," ujar Gatot.
Pemerintah memang sedang mengkaji opsi pendanaan yang bisa dilakukan untuk membantu Pertamina mengambil alih Blok Mahakam. Salah satu opsinya adalah mendorong bank pelat merah mendanai Pertamina.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi juga mengatakan belum mengetahui apakah pemerintah punya rencana mendorong bank BUMN untuk mendanai investasi tersebut. Jika opsi tersebut diambil, Mandiri akan mengkaji terlebih dahulu sebelum menyatakan kesiapannya.