Jokowi: Subsidi BBM Selama 5 Tahun Rp 714 Triliun Itu Sangat Boros
KATADATA ? Presiden Joko Widodo mengatakan pemerintah selalu terjebak dalam pemborosan melalui subsidi BBM. Menurut dia keborosan akibat subsidi BBM harus dihentikan dan disalurkan ke hal produktif.
Jokowi menjelaskan subsidi BBM sepanjang lima tahun lalu sebesar Rp 714 triliun. Sedangkan anggaran kesehatan hanya Rp 220 triliun, dan anggaran infrastruktur Rp 574 triliun. "Itu sangat boros. Dan tiap hari kita bakar dan tidak sadar kalau kita boros," ujar Jokowi dalam Kompas CEO Forum di Jakarta, Jumat (7/11).
Anggaran seluruh subsidi dalam APBN 2015 sebesar Rp 433 triliun. Khusus untuk subsidi energi menhabiskan Rp 344,7 triliun yang terdiri dari subsidi BBM Rp 276 triliun dan subsidi listrik Rp 68,68 triliun.
Menurut Jokowi, APBN harus disalurkan lebih banyak ke hal-hal produktif, bukan konsumtif. Jokowi mencontohkan subsidi BBM itu bisa dialihkan untuk pembelian benih ke petani, penyaluran pupuk, pembangunan irigasi dan infrasktruktur seperti waduk. Jokowi menjelaskan selama lima tahun ke depan, akan dibangun 25-30 waduk. "Bagaimana mau swasembada jika 52 persen irigasi rusak?," kata Jokowi.
Selain petani, kata Jokowi, dana untuk subsidi BBM juga dialihkan ke nelayan. Dana itu bisa membeli alat pendingin, mesin kapal. Jokowi beralasan jika pengalihan subsidi ini diberikan ke masyarakat bawah, maka ekonomi akan bergerak.
Untuk mengurangi dampak akibat kenaikan harga BBM, pemerintah menyalurkan bantuan seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Keluarga Sejahtera yang menggunakan sistem perbankan. Dengan sistem ini bisa menyasar penerima dengan tepat. Dengan sistem ini bantuan tidak perlu berjenjang mulai dari gubernur, camat, atau lurah. "Orang tinggal memberi kartu ke bank dan langsung bisa diberikan bantuannya," ujarnya. (Baca: Jokowi Luncurkan Tiga Kartu untuk Antisipasi Kenaikan BBM)