KATADATA ? PT Pertamina (Persero) mencatat realisasi penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga akhir Oktober sebesar 39,07 juta kiloliter. Ini berarti, Pertamina sudah menyalurkan 86,1 persen kuota BBM bersubsidi yang disalurkan perusahaan ini sebesar 45,35 juta kiloliter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyatakan dalam 10 bulan Pertamina sudah menyalurkan 24,92 juta kiloliter premium. Sedangkan realisasi penyaluran solar mencapai 13,38 juta kiloliter atau 88,2 persen terhadap kuota Pertamina.
Ali mengaku Pertamina akan terus menjaga stok BBM dalam kondisi aman. Saat ini, stok Premium cukup untuk 16 hari, Minyak Solar 19,8 hari. Adapun, stok Pertamax cukup untuk 36,7 hari, Pertamax Plus 31,7 hari dan Pertamina Dex 88,7 hari.
"Pertamina menjamin stok BBM sangat aman dan masyarakat diharapkan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan normal saja," kata Ali dalam rilisnya, Rabu (5/11).
Sementara Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan dalam dua pekan ini penjualan BBM jenis naik 12 persen. Rata-rata penjualan premium sebesar 81.000 liter per hari, naik menjadi 90.000 liter per kari
Dengan naiknya penjualan tersebut, Pertamina memprediksi kuota BBM bersubsidi tahun ini akan jebol. Perhitungan Pertamina, defisit kuota BBM hingga akhir tahun ini mencapai 1,9 juta kiloliter. Bahkan jika harga BBM dinaikkan bulan ini pun, kuota BBM bersubsidi tetap defisit sebesar 1,6 juta kiloliter.
"Kami sudah hitung solar akan defisit 1,1 jt kl (kiloliter), premium defisit 600.000 sekian, mitan (minyak tanah) 20.000 kl," ujar Hanung.