Rupiah Sentuh Rp 11.497, Menyusul Kemenangan Jokowi

Arief Kamaludin|KATADATA
Penulis:
Editor: Arsip
23/7/2014, 12.12 WIB

KATADATA ? Usai penetapan Joko Widodo sebagai pemenang dalam perhitungan suara Pemilihan Presiden (pilpres) 2014 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) tadi malam, rupiah langsung melanjutkan penguatannya hari ini.  Rupiah mencapai posisi paling tinggi dalam dua bulan terakhir. 

Panin Sekuritas menyebut rupiah menguat paling tinggi diantara kurs tetangga yang hanya 0,04-0,20 persen saja. Pagi ini rupiah naik hingga 0,74 persen. "Ini menunjukkan Jokowi Effect telah berjalan lagi," tulis Panin Sekuritas dalam risetnya, Rabu (23/7).

(Baca: Kemenangan Jokowi di Depan Mata, Rupiah Diprediksi Menguat)

Hingga menjelang siang, kurs tetangga masih mengalami penguatan, ringgit Malaysia hanya menguat 0,20 persen, dolar singapura 0,12 persen, dan Yen Jepang 0,06 persen. Meski demikian penguatan tersebut tidak sebesar rupiah, yang tercatat sudah menguat hingga 1,28 persen, mencapai Rp 11.497 per dolar. 

"Jika Prabowo mengakui (kekalahannya) dalam pilpres ini, kita bisa melihat rupiah bergerak melewati Rp 11.500 hingga Rp 11.300-11.400 pekan ini," tulis Maybank dalam risetnya.

Samuel Sekuritas dalam risetnya mengatakan Euforia hasil pilpres berpotensi membawa rupiah menguat tajam hari ini. "Sentimen akan bertahan hingga akhirnya harus diuji oleh pengumuman data neraca perdagangan di awal Agustus yang diperkirakan kembali tercatat defisit."

Jokowi Effect membuat pasar tidak terlalu melihat pada kinerja ekonomi 2014.  Meski demikian, Jokowi Effect membuat pelaku pasar lebih optimis melihat kinerja tahun depan dan seterusnya.

Seperti diketahui, KPU mengumumkan hasil rekapitulasi nasional pilpres yang menunjukkan pasangan Jokowi-JK meraih 53,15 persen, dan Prabowo-Hatta Rajasa mendapatkan 46,85 persen. Dengan demikian Jokowi-JK menjadi presiden baru Indonesia dan rencananya akan dilantik pada 20 Oktober 2014 mendatang.

Reporter: Safrezi Fitra