Kepala BKPM: Resesi Singapura Tak Pengaruhi Aliran Modal Asing ke RI

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Bahlil yakin aliran modal asing tetap masuk ke Indonesia meski Singapura tengah menghadapi resesi ekonomi.
22/7/2020, 14.03 WIB

Singapura menjadi negara penanam modal asing terbesar di Tanah Air pada semester I 2020. Namun, Negeri Merlion tersebut tengah berada dalam jurang resesi ekonomi.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengaku tak khawatir dengan hal tersebut. "Tidak terlalu berpengaruh terhadap investasi," kata Bahlil dalam konferensi virtual, Rabu (22/7).

Bahlil beralasan investasi Singapura sudah masuk ke Indonesia. Sehingga, realisasi investasi tak akan terhambat meski negara tersebut mengalami resesi.

"Saya yakin tetap jalan, buktinya ekonomi mereka sudah minus tapi tetap paten realisasinya," ujarnya.

Meski demikian, Bahlil akan mencari alternatif ke negara lainnya yang berpotensi menjadi penanam modal besar di RI, salah satunya Taiwan. Negara tersebut, menurut dia, sudah berkomunikasi dengan Indonesia untuk merelokasi beberapa investasi dari Tiongkok.

"Mereka sudah ngomong, tapi belum mau di-publish. Masih potensial untuk dikejar," kata dia.

Selain mengandalkan penanaman modal asing (PMA), Bahlil juga mengejar penanaman modal dalam negeri (PMDN). Untuk diketahui, nilai investasi pada semester I 2020 tercatat Rp 402,6 triliun. Angka tersebut didominasi PMDN 51,4% atau Rp 207 triliun, naik 13,2% secara tahunan.

Halaman:
Reporter: Agatha Olivia Victoria