Rupiah Berpotensi Tertekan Imbas Membaiknya Data Tenaga Kerja AS

Adi Maulana Ibrahim |Katadata
Rupiah dibuka melemah tetapi bergerak menguat ke Rp 14.230 per dolar AS hingga pukul 09.45 WIB.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
10/9/2021, 09.50 WIB

Nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,07% ke level Rp 14.263 per dolar AS pada perdagangan di pasar spot pagi ini. Rupiah tertekan perbaikan pasar tenaga kerja AS awal bulan ini yang memicu kembali kuatnya wacana tapering off akhir tahun ini.

Mengutip Bloomberg, kurs garuda terpantau berbalik menguat ke level Rp 14.230 per dolar AS pada pukul 09.45 WIB. Ini lebih baik dari posisi penutupan kemarin di level Rp 14.253 per dolar AS.

Mata uang Asia lainnya kompak menguat. Dolar Taiwan dan won Korea Selatan menguat 0,05%, dolar Hong Kong 0,03%, dolar Singapura 0,10%, peso Filipina 0,16%, rupee India dan yuan Tiongkok 0,14%,  ringgit Malaysia 0,07% dan bath Thailand 0,05%. Sementara yen Jepang melemah 0,04%.

Analis pasar uang Ariston Tjendra memperkirakan rupiah hari ini masih akan tertekan ke level Rp 14.280 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 14.230. Penguatan dolar AS di tengah rilis data klaim tunjangan pengangguran mingguan AS yang kembali ke level terendah.

"Ini menunjukkan perbaikan situasi tenaga kerja AS yang membuka kemungkinan the Fed menjalankan tapering di akhir tahun," kata Ariston kepada Katadata.co.id, Jumat (10/9).

Departemen Ketenagakerjaan melaporkan jumlah klaim tunjangan pengangguran mingguan pekan pertama September yang berakhir Sabtu (4/9) sebanyak 310 ribu klaim. Ini merupakan rekor terendah sejak awal pandemi dan melampaui ekspektasi ekonom 350 ribu klaim.

Jumlah pengajuan klaim tunjangan pengangguran baru juga turun menjadi 310 ribu klaim. Kemudian untuk klaim lanjutan, tercatat sebanyak 2,78 juta yang berarti juga terjadi penurunan sebanyak 22 ribu dari laporan minggu terakhir bulan lalu.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said