Rupiah Melemah ke 14.449 per US$ Masih Tertekan Pernyataan The Fed

ANTARA FOTO/Reno Esnir/foc.
Kurs rupiah pagi ini melemah bersama mayoritas mata uang Asia lainnya.
Penulis: Agustiyanti
9/3/2023, 09.40 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,08% ke level Rp 14.450 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini, Kamis (9/3). Rupiah melemah karena masih terkena efek pernyataan Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell kemarin yang membuka kemungkinan suku bunga naik lebih tinggi. 

Mengutip Bloomberg, rupiah bergerak menguat ke Rp 14.449 dari posisi pembukaan tetapi masih melemah dibandingkan penutupan kemarin hingga pukul 09.30 WIB. Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS.

Rupee India melemah 0,07%, yuan Cina melemah 0,16%, ringgit Malaysia 0,11%, baht Thailand 0,14%, serta dolar Taiwan dan dolar Singapura masing-masing 0,06%. Sebaliknya, yen Jepang menguat 0,18%, won Korea Selatan 0,03%, peso Filiina 0,07%, sedangkan dolar Hong Kong stagnan.

Analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra memperkirakan, rupiah kemungkinan masih terkena efek Powell sehingga berpotensi melemah terhadap dolar AS hari ini. Powell mengatakan kepada anggota Kongres AS bahwa data ekonomi AS yang cukup baik belakangan ini mengindikasikan angka target suku bunga acuan AS bisa lebih tinggi lagi.

Pernyataan tersebut, memberikan ekspektasi ke pasar bahwa the Fed akan lebih agresif menaikan suku bunga acuannya untuk menekan turun inflasi AS menuju target 2%. Selain itu, menurut Ariston, Fed Watch Tools CME menunjukkan kemungkinan 78% The Fed akan menaikkan suku bunga hingga 50 bps pada rapat bulan ini. Kemungkinan ini hanya di bawah 40% sebelum Powell memberikan pernyataan. 

"Rupiah hari ini berpotensi melemah ke Rp 15.500 per dolar AS dengan support di kisaran Rp 15.380 per dolar AS," ujar Ariston kepada Katadata.co.id, Kamis (9/3). 

Sementara itu,  Analis DCFX Lukman Leong memperkirakan rupiah bergerak datar hari ini dengan potensi menguat terbatas. Perkiraan ini seiring imbal hasil obligasi AS yang mulai turun. 

"Kenaikan akan terbatas, investor cenderung wait and see menantikan data penting besok yaitu tenaga kerja AS NFP yang diperkirakan akan juga kuat. Rupiah akan bergerak Rp 15.400 hingga Rp 15.500 per dolar AS," kata dia. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.