Banjir Sapi dan Kambing Impor dari Australia Jelang Idul Adha

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/rwa.
Ilustrasi. Nilai impor sapi hidup pada bulan lalu naik 4,4% dalam sebulan menjadi US$ 36,99 juta.
Penulis: Abdul Azis Said
Editor: Agustiyanti
15/6/2023, 19.44 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kenaikan nilai impor sapi dan kambing hidup jelang lebaran Idul Adha. Impor tersebut berasal dari Australia. 

Nilai impor sapi hidup pada bulan lalu naik 4,4% dalam sebulan menjadi US$ 36,99 juta. Sementara, nilai impor kambing atau domba sebesar US$ 129,9 juta, melonjak dari bulan sebelumnya nol alias tidak ada importasi.

"Ini berasal dari Australia, sapi maupun dombanya," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers daring, Kamis (15/6).

Pemerintah belum menetapkan tanggal pasti Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah. Meski demikian, tanggalnya kemungkinan jatuh pada 29 Juni atau dua pekan lagi.

Perayaan Idul Adha identik dengan pemotongan hewan kurban. Contoh hewan kurban, yaitu kambing, domba, sapi, kerbau, dan unta. Namun di Indonesia sendiri lebih lumrah pilihan hewan kurban seperto Sapi, kambing, dan domba. 

Jelang hari besar keagamaan, beberapa komoditas pangan biasanya ikut naik. Berdasarkan pemantauan harga pangan di infopangan.jakarta.go.id, beberapa yang harganya naik seperti bawang putih 1% dalam sebulan, cabai rawit merah 4,4%, dan daging ayam ras 0,7% 

Reporter: Abdul Azis Said