Pemerintah Beri Sinyal Program Kartu Prakerja Lanjut di Era Prabowo

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/tom.
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang ke-63 di Jakarta, Senin (26/2/2024). Pemerintah akan menutup pendaftaran gelombang ke-63 program Kartu Prakerja yang dapat diakses melalui laman prakerja.go.id itu pada 26 Februari 2024 pukul 23.59 WIB.
15/5/2024, 21.27 WIB

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian berniat mengusulkan agar program Kartu Prakerja dilanjutkan pada pemerintahan Prabowo Subianto. Sebab, program tersebut dinilai dapat membantu beberapa target negara pada masa depan.

Sekretaris Jenderal Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan program Kartu Prakerja dapat meningkatkan kemampuan pekerja di dalam negeri. Program ini juga dapat membantu peningkatan standar kualitas manusia agar Indonesia dapat menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development atau OECD.

"Secara umum, kami menyimpulkan, dengan capaian program Prakerja sekarang, sepertinya tidak ada alasan untuk tidak dilanjutkan. Kami mendorong agar Prakerja dilanjutkan di pemerintahan selanjutnya," kata Susiwijono dalam rilis Laporan Pelaksanaan Program Kartu Prakerja Tahun 2023, Rabu (15/5).

Di samping itu, Susiwijono menilai program Kartu Prakerja akan sangat membantu peningkatan kualitas tenaga kerja saat puncak bonus demografi. Untuk diketahui, pemerintah memproyeksikan puncak bonus demografi nasional akan terjadi pada 2030.

Bergantung Pada Keputusan Prabowo

Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil mengingatkan bahwa keberlanjutan Program Prakerja adalah keputusan politik presiden terpilih Prabowo Subianto. Walau demikian, Sofyan menilai capaian Program Prakerja sudah cukup baik dari semua ukuran.

"Kalau Program Prakerja tidak dilanjutkan, banyak pelajaran yang sudah dipelajari dan bisa ditingkatkan menjadi hilang. Tentu keputusan ada pada presiden dan kabinet yang akan datang," kata Sofyan.

Di sisi lain, mantan Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menyebutkan tiga alasan kenapa Program Prakerja harus dilanjutkan. Pertama, membantu pemerintah menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

Bambang mengingatkan bahwa mayoritas penduduk saat ini berusia muda dan membutuhkan tempat bekerja. Dia pun mengajukan agar Program Prakerja menjadi lembaga yang menyesuaikan keahlian penduduk muda saat ini dengan permintaan pasar.

"Kalau keahlian mereka tidak sesuai dengan apa yang diminta pemberi kerja, tentunya ini akna menciptakan pengangguran," ujarnya.

Kedua, peningkatan keahlian tenaga kerja eksisting. Untuk diketahui, salah satu fungsi Program Prakerja adalah meningkatkan keahlian atau mencari keahlian baru angkatan kerja.

Maka dari itu, Bambang menilai program Prakerja dapat menjadi referensi bagi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Bambang pun meminta agar kurikulum SMK lebih memperhatikan kebutuhan pasar.

Terakhir, Kartu Prakerja dapat menjadi dasar penguatan perlindungan sosial ketenagakerjaan. Untuk diketahui, program Kartu Prakerja mulanya dijalankan sebagai skema pemberian bantuan sosial saat diluncurkan pada 2020. Praktek tersebut berjalan hingga 2022.

Dengan demikian, program tersebut telah berjalan normal sebagai lembaga peningkatan kemampuan angkatan kerja mulai tahun lalu.

"Menurut saya, masih ada ruang untuk meningkatkan pengamanan sosial yang akan berdampak pada perlindungan kelas menengah kita. Prakerja di situ bisa jadi cikal bakal perlindungan sosial pada masa depan," ujarnya.

Reporter: Andi M. Arief