Rupiah Berpotensi Melemah Jelang Pidato Bos The Fed di Pertemuan Jackson Hole
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada hari ini. Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C Permana mengatakan pelemahan ini dipicu investor yang menunggu pertemuan tahunan Bank Sentral AS (The Fed) di Jackson Hole, Wyoming pada akhir pekan ini.
Bos The Fed Jerome Powell kerap menggunakan pertemuan ini untuk menyampaikan kebijakan Bank Sentral AS di masa depan. Ia pernah menggunakan pertemuan Jackson Hole untuk menjanjikan ketegasan dalam melawan inflasi pada 2022.
“Kemungkinan rupiah akan terdepresiasi di level Rp 16.150 per dolar AS hingga Rp 16.250 per dolar AS,” kepada Katadata.co.id, Selasa (19/8).
Tak hanya itu, kemungkinan penurunan Fed Funds Rate juga masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah hari ini. Begitu juga dengan belum jelasnya perdamaian di Rusia-Ukraina.
Fikri mengatakanmenambahkan, kondisi domestik juga akan mempengaruhi pergerakan rupiah. “Ada harapan ramainya lelang Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN di hari ini,” ujar Fikri.
Berdasarkan data Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka melemah pada level Rp 16.233 per dolar AS. Angka ini turun 35 poin atau 0,22% dari penutupan sebelumnya.
Sementara itu, Analiss Doo Financial Futures Lukman Leong juga memproyeksikan hal yang sama. “Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang rebound,” kata Lukman.
Lukman menjelaskan, penguatan dolar AS dikarenakan antisipasi pidato hawkish Ketua The Fed Jerome Powell dalam beberapa kesempatan pekan ini.
“Rupiah akan berada di level Rp 16.150 per dolar AS hingga Rp 16.250 per dolar AS,” ujar Lukman.