DPR Bakal Uji Kelayakan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI Pekan Depan

Dok BNI
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menjelaskan, seleksi terhadap ketiga calon dibagi kedalam dua hari.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
21/1/2026, 12.47 WIB

Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test  terhadap tiga calon dewan gubernur Bank Indonesia mulai pekan ini. Ketiga calon deputi gubernur yang akan diseleksi, yakni Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M. Juhro.

Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menjelaskan,  seleksi terhadap ketiga calon dibagi kedalam dua hari. Solihin M. Juhro akan diseleksi lebih dahulu. 

“Hari Jumat tanggal 23 Januari 2026 pukul 09.00-10.00 ada 1 calon yaitu Bapak Solihin M. Juhro,” kata Misbakhun dalam keterangannya, Rabu (21/1). 

Sedangkan dua calon lainnya, yakni Dicky Kartikoyono dan Thomas Djiwandono akan mengikuti fit and proper test pada Senin (26/1).  Dicky akan diseleksi pada pukul 14.00-15.00 WIB, sedangkan Thomas pada pukul 16.00-17.00 WIB. 

Keputusan hasil uji kepatutan dan kelayakan akan ditetapkan pada rapat internal Komisi XI DPR RI pada Senin (26/1) pukul 18.30 WIB.   

Thomas yang juga merupakan keponakan Prabowo saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Sedangkan Dicky Kartikoyono saat ini tercatat menjabat aktif sebagai kepala departemen kebijakan sistem pembayaran BI dan Solikin M. Juhro menduduki kursi kepala departemen kebijakan makroprudensial BI.

Pencalonan Thomas dalam bursa calon deputi BI memicu kekhawatiran pelaku pasar terkait gangguan independensi BI. Namun, Misbakun meyakini status Thomas yang merupakan keponakan Prabowo tak akan memengaruhi institusi.

“Enggak, apa kaitannya dengan independensi? Menurut kalian apa yang berkaitan dengan independensi? Jangan sampai kemudian urusan-urusan yang sifatnya insinuatif seperti itu kemudian dijadikan isu untuk mendegradasi soal kemampuan Pak Tomy sendiri,” kata Misbakhun.  di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1). 

Ia berpandangan, di luar statusnya sebagai keponakan Prabowo, Thomas memiliki kapasitas yang memadai untuk menduduki kursi jabatan itu. 

“Orang tua beliau juga pernah menjadi Gubernur Bank Indonesia. Apa yang diragukan? Kalau hubungan dengan Pak Presiden, itu kan jangan kemudian dijadikan alasan,” kata Misbakhun.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman