Rupiah Balik Arah Pagi Ini, Menguat Mengikuti Kondisi Geopolitik AS - Greenland
Nilai tukar rupiah kembali menguat pada Jumat (23/1) pagi. Melansir data Bloomberg, rupiah berada di level 16.840 per dolar Amerika Serikat pada pukul 09.58 WIB. Angka ini menunjukkan rupiah menguat 56 poin atau 0,33% dari penutupan sebelumnya.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar optimis menilai pemerintah mampu mengatasi praktik under-invoicing impor dan ekspor serta bisa menutup defisit anggaran negara.
“Isu under-invoicing ekspor sebenarnya sudah lama terjadi, namun baru ramai akhir-akhir ini. setelah terjadi defisit anggaran dalam APBN yang mendekati 3 persen tahun 2025., sehingga membuat mata uang rupiah terus terkontraksi,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (23/1).
Di sisi lain, kondisi global yang membuat dolar AS melemah yakni pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mundur dari ancaman tarif Eropa dan mengumumkan kerangka kesepakatan terkait Greenland.
“Trump juga mengatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tidak akan dilakukan. Harga emas ditutup di level $4.830, naik sebesar 1.4%,” kata dia.
Dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Trump menahan diri untuk tidak menyebutkan tarif atau tindakan militer atas Greenland. Di sisi lain, Trump memperingatkan jika tidak mendapatkan kesepakatan mengenai Greenland, ia akan mempertimbangkan tanggapan Eropa terhadap tuntutannya.
“Sementara itu Bloomberg melaporkan bahwa Trump mengatakan dia akan mundur dari pemberlakuan tarif pada barang-barang dari negara-negara Eropa yang menentang upayanya untuk mengambil alih Greenland,” katanya.
Ibrahim juga mengutip pernyataan Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil yang memperingatkan terhadap optimisme prematur setelah Trump menarik kembali ancaman untuk mengenakan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk merebut Greenland.
“Tanda-tanda peningkatan kembali ketegangan antara AS dan Uni Eropa,” katanya.