Ancaman Baru Trump soal Tarif Dagang: Kanada hingga Korea Selatan

YouTube White House
Presiden AS Donald Trump sering menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk memberlakukan kebijakan luar negeri selama masa jabatan keduanya di Gedung Putih.
Penulis: Agustiyanti
27/1/2026, 08.15 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan ancaman tarif baru terhadap Kanada dan Korea Selatan. Kanada diancam dengan tarif hingga 100%, sedangkan Korea Selatan sebesar 25%. 

Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor Korea Selatan menjadi 25% setelah menuduh Seoul tidak memenuhi kesepakatan perdagangan yang dicapai pada tahun lalu. Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan akan menaikkan bea masuk untuk Korea Selatan yang sebelumnya ditetapkan sebesar 15% untuk berbagai produk termasuk mobil, kayu, farmasi, dan semua tarif timbal balik lainnya.

Mengutip BBC, Trump menilai, anggota parlemen Korea Selatan lambat menyetujui kesepakatan perdagangan dengan AS, sedangkan pihaknya telah bertindak cepat untuk mengurangi tariif sesuai dengan kesepakatan. 

Korea Selatan menyatakan, belum menerima pemberitahuan resmi tentang keputusan untuk menaikkan tarif pada beberapa barangnya. Mereka pun menginginkan pembicaraan mendesak dengan Washington mengenai masalah ini.

Menteri Perindustrian Korea Selatan Kim Jung-kwan, yang saat ini berada di Kanada, akan mengunjungi Washington sesegera mungkin untuk bertemu dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick. Saham beberapa eksportir Korea Selatan anjlok pada Selasa pagi (27/1). Saham produsen mobil Hyundai turun sekitar 2,5%. Saham yang terkait dengan farmasi dan kayu juga turun.

Seoul dan Washington mencapai kesepakatan Oktober lalu, yang mencakup janji dari Korea Selatan untuk berinvestasi US$350 miliar atau sekitar Rp 5.860 triliun, sebagian di antaranya akan dialokasikan untuk pembuatan kapal.

Bulan berikutnya, kedua negara sepakat bahwa AS akan mengurangi tarif pada beberapa produk setelah Korea Selatan memulai proses untuk menyetujui kesepakatan tersebut. Perjanjian tersebut diajukan ke Majelis Nasional Korea Selatan pada 26 November dan saat ini sedang ditinjau. Kemungkinan akan disahkan pada bulan Februari, menurut media lokal.

Tarif dibayarkan oleh perusahaan yang mengimpor produk. Dalam hal ini, perusahaan AS akan membayar pajak 25% atas barang yang mereka beli dari Korea Selatan.

Ancam Kanada Gara-Gara Cina

Trump sering menggunakan tarif sebagai alat tawar-menawar untuk memberlakukan kebijakan luar negeri selama masa jabatan keduanya di Gedung Putih.

Pada Sabtu (24/1), ia mengancam Kanada dengan tarif 100% jika negara itu mencapai kesepakatan perdagangan dengan Cina. Para pejabat Cina mengatakan perjanjian kemitraan strategis mereka dengan Kanada tidak dimaksudkan untuk merugikan negara lain.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan negaranya tidak mengejar kesepakatan perdagangan bebas dengan Cina dan tidak pernah mempertimbangkannya. Ia pun menyatakan, bahwa para pejabat Kanada telah menjelaskan posisi mereka kepada rekan-rekan mereka di Amerika.

Trump sebelumnya juga mengatakan ia akan mengenakan pajak impor pada delapan negara - termasuk Inggris - yang menentang rencana AS untuk merebut Greenland, wilayah otonom di Kerajaan Denmark yang merupakan anggota NATO.

Ia kemudian menarik kembali ancaman tarif atas Greenland dengan alasan kemajuan menuju "kesepakatan masa depan" atas pulau tersebut, tetapi episode tersebut memperketat hubungan AS dengan Denmark dan sekutu NATO lainnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.