Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh 6% di Tahun Ini

ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi nasional bisa tumbuh 6% pada 2026.
Penulis: Ade Rosman
3/2/2026, 19.30 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh 6% pada 2026. Ia juga meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus meningkat untuk tahun-tahun ke depan.

Purbaya mengatakan, keyakinan tersebut berdasarkan pengalamannya mencermati perekonomian Indonesia selama 25 tahun terakhir. 

“Tahun ini 6%, tahun depan 6,5%, tahun berikutnya mendekati 7%, dan mendekati 2029 mendekati 8%, jika saya masih di sini. Saya yakin karena saya telah mencermati ekonomi selama 25 tahun terakhir,” kata Purbaya di acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, di Jakarta, Selasa (3/2).

Purbaya mengatakan saat ini ia fokus memperbaiki kondisi ekonomi dalam negeri. Ketika ekonomi tumbuh lebih dari 6-7% maka Indonesia mampu menawarkan pengembalian yang lebih baik bagi investasi asing langsung (FDI). 

Purbaya pun meyakini pertumbuhan ekonomi akan melewati 5% karena ia yang menduduki kursi menteri keuangan saat ini.  

“Karena sekarang menterinya lebih baik dari sebelumnya,” kata Purbaya. 

Di sisi lain, Purbaya menilai dalam 20 tahun terakhir mesin pertumbuhan ekonomi telah lumpuh. 

“Di sepuluh tahun pertama era Susilo Bambang Yudhoyono, hanya sektor swasta yang mendorong ekonomi sementara pemerintah hanya duduk diam. Dia tidak membangun banyak infrastruktur. Di era Jokowi, yang terjadi sebaliknya. Jokowi membangun infrastruktur di mana-mana, tapi sektor swasta agak tidak aktif karena kebijakan moneter tidak mendukung swasta,” kata dia. 

Saat ini, ia mencoba menggerakkan kedua mesin pertumbuhan ekonomi, yakni sektor pemerintah dan swasta. 

“Selain itu, saya memperbaiki iklim bisnis. Saya pikir tumbuh di atas 6% tidak akan sulit,” katanya. 

Purbaya mengatakan, keyakinan itu berdasarkan pengalamannya yang telah terlibat di pemerintahan era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). 

“Saya terlibat di sepuluh tahun pertama Yudhoyono dan sepuluh tahun Joko Widodo sebagai penasihat secara gratis. Sekarang saya dibayar,” kata Purbaya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman