Purbaya soal Pejabat Ditjen Pajak dan Bea Cukai Kena OTT KPK: Shock Therapy

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pada konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Penulis: Ade Rosman
5/2/2026, 06.00 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK terhadap pejabat di Direktorat Jenderal Pajak, serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada hari ini (4/2), sebagai shock therapy.

“Ini mungkin shock therapy bagi pegawai kami,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).

Purbaya memastikan tidak akan mengintervensi proses hukum. Namun, ia akan memberikan pendampingan terhadap ‘anak buahnya’ yang menjalani proses hukum secara adil.

“Saya tidak akan intervensi hukum, dalam pengertian, misalnya saya datang ke Presiden minta ke KPK atau Kejaksaan menghentikan kasus seperti di masa lalu,” kata dia. 

Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan memang tengah melakukan reformasi di Ditjen Pajak dan Ditjen Bea Cukai. Instansi mengganti hampir 34 pejabat di Ditjen Bea dan Cukai minggu lalu, khususnya yang menjabat di bagian sentral.

Pada hari ini (4/2), KPK menggelar OTT di KPP Banjarmasin dan kantor Bea Cukai Jakarta. 

Kasubdit Humas dan Penyuluhan DJBC Budi Prasetiyo menyampaikan instansi berkomitmen kooperatif terkait proses hukum itu.  

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman