Rupiah Loyo ke 16.818 per Dolar AS Tertekan Data Ekonomi AS

ANTARA
Rupiah melemah terhadap dolar AS yang pulih setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan.
Penulis: Agustiyanti
12/2/2026, 10.26 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,2% ke level 16.818 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini. Rupiah melemah seiring data ketenagakerjaan AS yang menguat dan memberi sinyal bagi The Fed untuk menahan suku bunga.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka melemah 24 poin di level 16.810 per dolar AS. Kurs rupiah bergerak melemah ke level 16.818 per doalr AS hingga pukul 10.00 WIB. 

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan, rupiah melemah terhadap dolar AS yang pulih setelah data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan.

"Data ini menurunkan prospek pemangkasan suku bunga The Fed," ujar Lukman, Kamis (12/2). 

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang 16.750-16.850 per dolar AS.Data ketenagakerjaan non-farm payrolls (NFP) AS juga tercatat sebesar 130 ribu pada Januari 2026, lebih tinggi dari proyeksi 70 ribu bertumbuh 181 ribu pada Desember 2025.

Namun, total pertumbuhan pekerjaan nonpertanian untuk 2025 direvisi menurun jadi 181 ribu dari 584 ribu.

Pelaku pasar disebut juga tengah menunggu rilis data inflasi AS yang diperkirakan sesuai prediksi dan tak banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya, yakni 0,3 persen secara bulanan dan 2,7 persen year on year.

Sementara itu, Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan rupiah masih berpotensi menguat meski terbatas di rentang 16.750-16.800. Ia menilai, ada faktor pelemahan data AS terkait penjualan ritel.

AS mengumumkan data penjualan ritel pada Desember 2025 bergerak datar, melambat dari November 2025 dan kurang dari ekspektasi pasar sebesar 0,4% secara bulanan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.