Rupiah Melemah ke 16.876 per Dolar AS Imbas Pernyataan Hawkish The Fed

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026). Nilai tukar rupiah rupiah perlahan bergerak menguat 20 poin menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
Penulis: Agustiyanti
18/2/2026, 17.01 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,23% ke level 16.876 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan pagi ini, Rabu (18/2). Rupiah melemah seiring tren dolar AS yang menguat oleh pernyataan hawkish dari para pejabat Bank Sentral AS, The Federal Reserve. 

"Dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya karena pernyataan hawkish dari pejabat The Fedm Michael Barr dan Mary Daly tadi malam," ujar Analis Doo Financial Lukman Leong kepada Katadata.co.id, Rabu (18/2). 

Berdasarkan Bloomberg, kurs rupiah dibuka melemah 19 poin ke level 16.856 per dolar AS. Rupiah pun bergerak kian melemah ke level 16.876 per dolar AS hingga pukul 10.00 WIB.  

Presiden Federal Reserve San Francisco Mary Daly pada Selasa (17/2) menyatakan bahwa bank sentral AS masih perlu menurunkan inflasi, dan meskipun kecerdasan buatan berpotensi membantu target tersebut. Ia menekankan, kebijakan The Fed yang moderat atau sedikit ketat juga penting untuk mewujudkannya.

Gubernur Federal Reserve Michael Barr juga menyatakan, kondisi saat ini membuat bank sentral kemungkinan harus mempertahankan suku bunga tetap stabil untuk beberapa waktu. " Sambil kita menilai data yang masuk, prospek yang berkembang, dan keseimbangan risiko," kata Barr dalam pidato yang disampaikan di hadapan pertemuan Asosiasi Ekonomi Bisnis New York di New York.

Selain sentimen dari The Fed, Lukman melihat investor juga kemungkinan mengantisipasi sikap dovish BI pada pertemuan untuk kebijakan besok. Kurs rupiah diperkirakan bergerak di rentang 16.800-16.900 per dolar AS. 

Dovish adalah sikap bank sentral yang cenderung mendukung suku bunga rendah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja. Sebaliknya, hawkish menunjukkan kecenderungan menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi dan menjaga stabilitas harga.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.