Airlangga: AS Turunkan Tarif Jadi 15%, Perjanjian Resiprokal Tetap Berlaku

Katadata/Fauza Syahputra
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menyampaikan paparan pada acara Road to Jakarta Food Security Summit 2026 di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Acara berbentuk diskusi antara Pemerintah dengan Kadin dan stakeholder terkait ini merupakan rangkaian kegiatan pembuka menuju Jakarta Food Security Summit yang akan diselenggarakan pada 21-22 Mei 2026 mendatang.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
27/2/2026, 17.47 WIB

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah Amerika Serikat sepakat menurunkan tarif timbal balik atau resiprokal menjadi sebesar 15% untuk impor dari Indonesia. 

Kesepakatan tarif resiprokal  menjadi tak pasti setelah Mahkamah Agung AS menggugurkan kebijakan yang telah ditetapkan Presiden AS Donald Trump tersebut. Keputusan MA tersebut terjadi sesaat AS-Indonesia telah menandatangani kesepakatan perdagangan resiprokal dengan tarif yang diberikan AS sebesar  19%. 

“Sekarang dapat diskon jadi 15%,” kata Airlangga di kantor Kemenaker, Jakarta, Jumat (27/2). 

Airlangga menjelaskan, tarif 15% merupakan tarif global yang saat ini disepakati dan langsung berlaku. Sementara pembahasan lain terkait aturan teknis ART tetap berjalan, namun implementasinya masih menunggu proses lanjutan.

“Tarif kan global tarif 15%. Maka yang berlaku adalah global tarif yang 15 %,” kata dia. 

Terkait ART yang sebelumnya sempat didiskusikan, Airlangga menegaskan kesepakatan tersebut tidak dibatalkan. Namun, pemberlakuannya baru dilakukan setelah melewati masa transisi dan proses ratifikasi.

“Enggak batal. Itu kan baru berlaku sesudah 90 hari dan sesudah ratifikasi,” katanya.

Meski demikian, Airlangga menegaskan bahwa pengenaan tarif tersebut tidak mengubah ketentuan untuk sejumlah komoditas tertentu. Ia mengklaim pemerintah tetap mempertahankan tarif nol persen untuk beberapa komoditas yang telah disepakati sebelumnya.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman