Rupiah Berpotensi Menguat Terbatas, Ini Faktornya

Katadata/Fauza Syahputra
Petugas menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
20/4/2026, 09.28 WIB

Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak menguat terbatas terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Sentimen domestik dari kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM non-subsidi dinilai memberi ruang penguatan, meski tekanan eksternal masih membayangi.

Analis Doo Financial, Lukman Leong, mengatakan langkah penyesuaian harga BBM non-subsidi dipandang positif oleh pasar karena berpotensi mengurangi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 “Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah pemerintah menaikkan harga BBM non subsidi yang dianggap dapat mengurangi tekanan fiskal,” ujarnya kepada Katadata.co.id, Senin (20/4).

 Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 17.158 per dolar AS menguat 0,20% atau 34 poin. Hingga pukul 09.10 WIB Rupiah melemah Rp 17.161 per dolar AS turun 0,16% atau 24 poin.

 Pada perdagangan hari Jumat (17/4), rupiah ditutup di level Rp 17.189 per dolar Amerika Serikat (AS) atau melemah 0,29% dibanding penutupan hari sebelumnya.

 Namun demikian, penguatan rupiah diperkirakan tidak akan signifikan. Hal ini disebabkan oleh masih tingginya ketidakpastian global, terutama terkait perkembangan situasi di Timur Tengah, khususnya status jalur vital energi dunia, Selat Hormuz.

 Pelaku pasar juga cenderung bersikap hati-hati dengan menunggu hasil perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang dijadwalkan berlangsung pada awal pekan depan.

Dari dalam negeri, investor juga menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan pada Rabu, sebagai acuan arah kebijakan moneter ke depan.

 Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp 17.100 hingga Rp 17.250 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah