Rupiah Makin Loyo Dekati 17.900 per US$ Jelang Pengumuman BPS

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
2/6/2026, 10.40 WIB

Nilai tukar rupiah melemah 0,45% ke level 17.884 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Selasa (2/6). Rupiah tertekan jelang pengumuman inflasi dan ekspor-impor oleh Badan Pusat Statistik pada siang ini pukul 11.00 WIB. 

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah pagi ini dibuka melemah 44 poin ke level 17.859 per dolar AS dan semakin tertekan ke level 17.884 per dolar AS hingga pukul 10.26 WIB. Kurs rupiah telah melemah 7,22% sepanjang tahun ini. 

Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah menguatnya sejumlah mata uang negara tetangga. Baht Thailand menguat 0,06%, peso Filipina dan dolar Singapura masing-masing  0,01%. Sedangkan ringgit Malaysia seperti halnya rupiah melemah 0,o2%. 

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai, pergerakan rupiah akan dipengaruhi oleh data ekonomi terbaru yang dirilis BPS. Para pelaku pasar, menurut dia,  memperkirakan Inflasi bulan lalu naik ke sekitar 3%. Sedangkan surplus neraca perdagangan mengecil menjadi ke sekitar US$ 1 miliar. 

"Potensi rupiah melemah atau menguat keduanya bisa tergantung hasil pengumuman BPS," ujar Lukman. 

Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang 17.800-17.900 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.