Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Mampu 5,8%-6,5% pada 2027

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/nz
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan pada rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
10/6/2026, 15.55 WIB

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 5,8% hingga 6,5% pada 2027. Hal ini seiring dengan target pertumbuhan ekonomi Presiden Prabowo Subianto di akhir pemerintahannya pada 2029 sebesar 8%.

“Penguatan sinergi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi tahun 2027 pada kisaran 5,8% sampai dengan 6,5% dengan trajektori menuju 8% pada tahun 2029,” ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6). 

Bendahara negara ini mengatakan, akselerasi investasi yang kuat dibutuhkan untuk mencapai target tersebut. Pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi pada kisaran 6,5% hingga 7,5%, terutama pada sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi.

Sebagai langkah menuju target tersebut, Purbaya menuturkan pemerintah akan mengoptimalkan langkah debottlenecking dan deregulasi guna memperbaiki iklim investasi nasional. Langkah tersebut mencakup penyederhanaan proses perizinan, penguatan kepastian hukum, serta peningkatan koordinasi lintas sektor dan lembaga.

“Berbagai hambatan struktural yang selama ini menghambat realisasi investasi dapat dihilangkan,” kata dia, 

Purbaya menuturkan, dalam strategi ekonomi dan fiskal 2027, pemerintah juga menempatkan APBN sebagai katalis pembangunan yang fokus pada pembiayaan kebutuhan publik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pemerintah akan mengandalkan sinergi kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, serta dukungan investasi dari Danantara untuk memperkuat momentum pertumbuhan.

Purbaya menyebut, Danantara akan diarahkan untuk mempercepat investasi pada sektor-sektor strategis guna mendukung transformasi ekonomi nasional.  Sedangkan kebijakan moneter dan sektor keuangan difokuskan pada upaya menjaga stabilitas sekaligus menopang pertumbuhan melalui ketersediaan likuiditas yang memadai dan biaya dana yang kompetitif.

Ia menyampaikan pemerintah optimistis target pertumbuhan tersebut dapat dicapai karena ditopang oleh fundamental ekonomi domestik yang dinilai masih kuat. 

Hingga Mei 2026, cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar US$144,9 miliar atau setara 5,6 bulan impor,.

Di sisi lain, pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 1,5% hingga 3,5% pada 2027. Nilai tukar rupiah diperkirakan berada pada rentang 16.800 hingga 17.500 per dolar AS, sementara tingkat suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun diproyeksikan berada di kisaran 6,5% hingga 7,3%.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman