Rupiah Menguat ke 17.708/US$ Pagi Ini, Paling Perkasa di Asia

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
15/6/2026, 09.58 WIB

Nilai tukar rupiah menguat 0,85% ke level 17.708 per dolar AS pada perdagangan pagi ini, Senin (15/6) di tengah meningkatnya harapan terhadap perdamaian di Timur Tengah. Kurs rupiah menguat paling tajam di antara sejumlah mata uang Asia lainnya. 

Mengutip data Bloomberg, kurs rupiah menguat hampir 100 poin di level 17.769 per dolar AS dan semakin perkasa ke level 17.708 per dolar AS hingga pukul 09.52 WIB. 

Mayoritas mata uang Asia lainnya juga menguat terhadap dolar AS. Rupee India menguat 0,67%, ringgit Malaysia 0,24%, baht Thailand 0,51%, peso Filipina 0,32%, won Korea Selatan 0,31%, yuan China 0,06%, dan yen Jepang 0,06%. 

Pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah ditutup melemah di level Rp 17.860 per dolar Amerika Serikat (AS).   

Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan, sentimen positif datang dari meningkatnya harapan tercapainya kesepakatan damai di kawasan Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran. Optimisme tersebut telah mendorong pelaku pasar kembali masuk ke aset berisiko (risk-on) sekaligus menekan harga minyak mentah dunia.

“Rupiah berpotensi kembali menguat terhadap dolar AS di tengah meningkatnya harapan perdamaian di Timur Tengah yang memicu sentimen risk-on dan penurunan harga minyak mentah dunia,” ujar Lukman kepada Katadata, Senin (15/6).

Ia memperkirakan rupiah bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini. 

Menurut Lukman, pasar sejauh ini merespons positif berbagai perkembangan terkait negosiasi damai meskipun konfirmasi resmi mengenai kesepakatan tersebut masih belum sepenuhnya jelas.

“Konfirmasi terhadap kesepakatan masih simpang siur, walau pasar umumnya bereaksi positif dan meyakini hal ini,” katanya.

Optimisme pasar global meningkat setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali Selat Hormuz yang selama ini menjadi jalur utama perdagangan energi dunia. Sentimen tersebut mendorong pelemahan dolar AS dan penurunan harga minyak mentah global. 

Berdasarkan laporan Reuters, indeks dolar AS turun ke level terendah dalam 10 hari terakhir setelah kabar kesepakatan damai tersebut. Pada saat yang sama, harga minyak Brent juga terkoreksi lebih dari 4% karena pasar memperkirakan pasokan energi global kembali normal. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah