Purbaya Temui Menkeu Tiongkok, Siapkan Penerbitan Panda Bond

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/kye
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
17/6/2026, 15.47 WIB

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menggelar pertemuan dengan Menkeu Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Lan Fo’an, di Kantor Kementerian Keuangan Tiongkok, Beijing pada Rabu (17/6). 

Bendahara negara ini menyebut pertemuan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat akses pembiayaan pembangunan, memperluas basis investor, serta memperdalam kemitraan ekonomi dengan negara-negara mitra strategis. 

“Indonesia tidak menunggu. Kami bergerak lebih awal dengan membangun fondasi pembiayaan yang kuat dan berkelanjutan agar pembangunan dapat terus berjalan di tengah berbagai tantangan global,” kata Purbaya, dalam keterangannya, Rabu (17/6).

Purbaya mengatakan, kunjungannya ke Beijing merupakan bagian dari strategi pembiayaan jangka panjang yang telah direncanakan secara matang oleh pemerintah, sekaligus mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus memperluas sumber pembiayaan yang kompetitif dan memperkuat kepercayaan investor internasional. 

“Ini adalah bagian dari perencanaan yang telah disusun jauh sebelumnya. Pemerintah terus menjalankan strategi pembiayaan secara terukur, disiplin, dan berorientasi jangka panjang,” kata dia.

Dalam kunjungannya itu, Purbaya menyampaikan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Kondisi tersebut, kata dia, tercermin dari rasio utang pemerintah yang terkendali, defisit anggaran yang berada dalam batas aman, serta pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga. 

“Kami datang ke Beijing bukan karena terdesak, tetapi karena Indonesia memiliki posisi yang kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan. Ketika fondasi ekonomi kokoh, kita memiliki ruang untuk bertindak lebih strategis dan lebih percaya diri,” kata Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya mengklaim kepercayaan investor terhadap Indonesia masih terjaga dengan baik. Ia mencontohkan tingginya minat investor terhadap instrumen keuangan pemerintah serta stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terpelihara di tengah ketidakpastian global. 

“Kepercayaan pasar tidak dibangun dalam semalam. Itu merupakan hasil dari disiplin fiskal, reformasi yang konsisten, dan kredibilitas kebijakan yang terus dijaga pemerintah. Karena itu, Indonesia tetap menjadi tujuan investasi yang menarik di kawasan,” kata dia. 

Dalam pertemuan dengan Menkeu Cina itu, Purbaya menyampaikan pentingnya hubungan ekonomi Indonesia dan Cina yang selama ini telah berkembang erat. Purbaya berharap kedua negara dapat terus memperkuat kerja sama dalam berbagai forum internasional, termasuk G20 Finance Track, APEC Finance Ministers’ Process, dan ASEAN+3. 

Salah satu agenda utama kunjungan kerja Purbaya ke Beijing adalah mempersiapkan penerbitan sovereign Panda Bond. Pemerintah memandang instrumen tersebut sebagai langkah strategis untuk mendiversifikasi sumber pembiayaan dan memperluas basis investor, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok. 

Pemerintah berharap penerbitan sovereign Panda Bond juga dapat mendukung penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral (Local Currency Transaction/LCT) serta mendorong pendalaman kerja sama keuangan kedua negara. 

Purbaya berharap, kunjungan ini semakin memperkuat posisi Indonesia dalam mengelola pembiayaan pembangunan secara berkelanjutan, sekaligus memperluas jaringan kemitraan strategis dengan investor global. 

Dengan langkah proaktif, pemerintah optimis akan memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian nasional dan memperkuat ketahanan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global. 

“Di saat sebagian pihak memilih menunggu kepastian, Indonesia memilih menyiapkan masa depan. Itulah alasan kami terus bergerak, membangun kepercayaan, dan memperkuat fondasi ekonomi bangsa,” kata Purbaya. 

Selain melakukan pertemuan dengan Menkeu Tiongkok, Purbaya Juga dijadwalkan bertemu dengan para pelaku usaha dan investor. Dalam rangkaian kunjungan tersebut, ia juga akan mengadakan pertemuan dengan People’s Bank of China (PBOC), Shanghai Cooperation Organization (SCO) Development Bank, serta Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman