BIG Consensus: Rupiah dan Energi Picu Kenaikan Inflasi Juni 2026

Dok. BIG Consensus Insights
BIG Consensus Insights memproyeksikan inflasi Indonesia pada Juni 2026 meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Tekanan nilai tukar rupiah, harga energi, harga pangan, dan administered price diperkirakan menjadi faktor utama pendorong kenaikan inflasi.
1/7/2026, 10.55 WIB

Laju inflasi Indonesia untuk periode Juni 2026 diproyeksikan meningkat, baik secara bulanan maupun dibandingkan dengan Juni 2025. Komponen volatilitas nilai tukar rupiah, harga diatur pemerintah (administered price), harga pangan (volatile food), hingga harga energi diestimasi menjadi pendorong utama.  

BIG Consensus Insights yang dilaksanakan oleh DataIndonesia, bagian dari riset Bisnis Indonesia Group (BIG), menghimpun proyeksi inflasi Indonesia periode Juni 2026 dari 20 ekonom dan analis terkemuka di Tanah Air. Sebanyak 11 ekonom dan analis telah menentukan proyeksinya. 

Berdasarkan BIG Consensus Insights, nilai tengah atau median dari proyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026 mengalami inflasi sebesar 0,41% secara bulanan (month–on-month/MoM).  Sejalan dengan proyeksi itu, nilai median inflasi Juni 2026 sepanjang tahun berjalan 2026 (year-to-date/YtD) diestimasi mencapai 1,86%. Secara tahunan (year-on-year/YoY), BIG Consensus Insights memperkirakan median inflasi Juni 2026 sebesar 3,29%.  

Proyeksi inflasi Juni 2026 tersebut lebih tinggi dari inflasi Juni 2025 sebesar 0,19% secara MoM atau 1,87% secara YoY. Selain itu, proyeksi median inflasi Juni 2026 berdasarkan BIG Consensus Insights juga di atas realisasi inflasi Mei 2026 yang tercatat sebesar 0,28% secara MoM atau 3,08% secara YoY.  

Dari 11 ekonom dan analis yang berpartisipasi dalam BIG Consensus Insights kali ini, proyeksi inflasi bulanan pada Juni 2026 paling tinggi diberikan oleh Ekonom Bahana Sekuritas Purbiantoro Lintang Nugroho sebesar 0,57% secara MoM atau 3,48% secara YoY. Berbanding terbalik, proyeksi IHK paling rendah untuk Juni 2026 Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip dengan perkiraan inflasi sebesar 0,2% MoM atau 3,1% YoY. 

Sejumlah faktor utama yang mempengaruhi laju inflasi pada Juni 2026 berdasarkan proyeksi para ekonom dan analis yang berpartisipasi dalam BIG Consensus Insights, yaitu volatilitas nilai tukar rupiah, harga diatur pemerintah (administered price), harga pangan (volatile food), dan harga energi. 

Kekhawatiran tentang tekanan nilai tukar itu tecermin pada proyeksi tingkat inflasi inti dari BIG Consensus Insight. Tingkat median inflasi inti pada Juni 2026 berada di level 0,16% secara MoM atau 2,63% secara YoY. 

Dalam survei Juni 2026, sebanyak 70% ekonom memperkirakan inflasi hingga akhir 2026 akan melampaui asumsi APBN 2026 sebesar 2,5% dan 30% lainnya memproyeksi inflasi masih sesuai target pemerintah.  

Proyeksi Inflasi YoY Juni 2026 berdasarkan BIG Consensus Insights:  

 Ekonom  Lembaga Proyeksi Inflasi Juni 2026 (YoY) 
Purbiantoro LintangNugrohoPT Bahana Sekuritas3,48%
Fikri C PermanaKB Valbury Sekuritas3,13%
Andry AsmoroBank Mandiri3,42%
Rully Arya WisnubrotoMirae Asset SekuritasIndonesia3,2%
Ramadani PartamaPT Bank Rakyat Indonesia3,38%
Dr. M. Rizal TaufikurahmanINDEF dan UniversitasTrilogi3,13%)
Mohammad FaisalCORE Indonesia3,20%
SunarsipThe Indonesia EconomicIntelligence (IEI)3,10%
Josua PardedePermata Bank3,41%
David E SumualBCA3,45%
Winang BudoyoPerbanas3,11%
Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.