Ekonomi Negara Asia yang Bersinar di Tengah Perang: Malaysia hingga Korsel

ANTARA FOTO/REUTERS/Kim Hong-Ji/HP/dj
Ilustrasi. Ekonomi Korea Selatan pada paruh pertama tahun ini tumbuh di atas prediksi para analis.
Penulis: Ade Rosman
Editor: Agustiyanti
17/7/2026, 16.33 WIB

Gejolak geopolitik mengakibatkan lonjakan harga energi dan menciptakan tekanan eksternal bagi ekonom banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, tiga negara Asia, yakni Malaysia, Korea Selatan, dan Vietnam justru mencatatkan kinrja ekonomi yang melampaui ekspektasi pasar pada paruh pertama 2026. 

Mengutip Bloomberg, perkiraan awal Departemen Statistik Malaysia yang dirilis Jumat (17/7) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi negeri jiran ini mencapai 5,8% pada kuartal kedaua tahun ini. Angka tersebut melampaui prediksi para analis Bloomberg mencapai 5,2% maupun capaian kuartal pertama sebesar 5,4%. 

Pertumbuhan yang kinclong ini ditopang ekspor jasa dan elektronik yang kuat. Meski sempat mewanti-wanti risiko berkepanjangannya konflik geopolitik di Timur Tengah yang dapat mendorong kenaikan harga energi dan logistik, Bank Negara Malaysia (BNM) tetap optomistis dengan proyeksi ekonomi tahun ini 

“Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh antara 4% hingga 5% pada tahun 2026 meskipun terjadi gangguan geopolitik dan perdagangan yang berkelanjutan,” kata Gubernur BNM, Abdul Rasheed Ghaffour melansir Free Malaysia Today.

Sektor pertambangan pulih dan tumbuh 10,2%, didorong oleh gas alam, sedangkan sektor konstruksi berkembang 6,6%, sebagian didukung oleh proyek-proyek pusat data.

Ledakan Chip Dorong Ekonomi Korsel

Negara lainnya yakni Korea Selatan yang mencetak pertumbuhan ekonomi tercepat dalam lima tahun terakhir, berkat ledakan Chip AI. 

Ekonomi Korea Selatan mencatat pertumbuhan yang lebih kuat dari perkiraan pada kuartal I-2026. Produk Domestik Bruto (PDB) riil tumbuh 1,8% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi laju tercepat sejak kuartal III-2020 dan melampaui proyeksi awal Bank of Korea (BOK) sebesar 0,9%. Secara tahunan, ekonomi Negeri Ginseng tumbuh 3,8%

Bank of Korea melaporkan, mesin utamanya adalah ekspor yang melonjak 5,1% secara kuartalan berkat permintaan global yang meroket untuk semikonduktor. “Komponen TI termasuk semikonduktor,” kata BOK, dikutip dari CNBC,

Komponen tersebut digunakan dalam infrastruktur akal imitasi buatan global. 

Pertumbuhan ekspor pada Mei 2026 juga mencatatkan lonjakan mencapai 53,2% secara tahunan.  Penjualan semikonduktor bahkan melesat 169,4% ke rekor tertinggi bulanan sepanjang masa. 

Melansir The Korea Herald, kuatnya pertumbuhan ekonomi Korea Selatan membuat sejumlah bank investasi global menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi negeri  pada 2026. Rata-rata perkiraan kini mencapai 3%, menjadi pertama kalinya konsensus proyeksi menembus level tersebut. Bahkan, JPMorgan memperkirakan ekonomi Korea Selatan bisa tumbuh hingga 3,7%.

Negara lain yang mengalami pertumbuhan ekonomi yakni Vietnam yang mencatat akselerasi paling agresif di antara dua negara sebelumnya. Setelah tumbuh 7,83% (yoy) pada kuartal I-2026, ekonomi Vietnam kembali melesat menjadi 8,39% pada kuartal II-2026.

Kantor Statistik Nasional Vietnam (NSO) mencatat, secara kumulatif, PDB semester I-2026 tumbuh 8,18%, dari 7,63% pada periode yang sama tahun lalu.

Adapun pertumbuhan ini ditopang oleh sektor industri dan konstruksi yang mana tumbuh 10,51% dan menyumbang lebih dari separuh total pertumbuhan PDB. 

Di sisi lain, NSO memperingatkan tantangan yang membayangi capaian tersebut. Melansir Business Recorder, NSO memperingatkan akan ketidakpastian sepanjang di semester pertama. 

“Situasi global terus berkembang dengan cara yang kompleks, tidak pasti, dan semakin sulit diprediksi,” tulis NSO, dikutip dari Business Recorder.

NSO menyebut, Vietnam perlu mengejar pertumbuhan hingga 11,7% pada semester kedua agar target pertumbuhan tahunan di atas 10% dapat tercapai. Hal ini merupakan tantangan berat karena inflasi tahunan merangkak ke 4,69% pada Juni 2026 dan defisit dagang bulanan melebar ke rekor akibat mahalnya impor bahan bakar.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Ade Rosman