Nilai tukar rupiah menguat 0,45% ke level 17.946 per dolar AS pada perdagamgan pagi ini. Rupiah perkasa di tengah melemahnya dolar AS.
Melansir dari Bloomberg, kurs rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.992 per dolar AS menguat 0,20% atau 45 poin. Pantauan Katadata hingga pukul 09.10, rupiah menguat 0,45% ke level Rp 17.946 per dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya rupiah ditutup Rp 18.027 per dolar Amerika Serikat (AS). Ini membuat rupiah melemah 0,17% dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 17.997 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan, dolar AS berada di bawah tekanan setelah data Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di AS lebih rendah dari perkiraan pasar. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa tekanan di pasar tenaga kerja mulai mereda.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Optimisme meningkat setelah muncul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan, yang membuka peluang beroperasinya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
"Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang tertekan oleh data JOLTS AS yang lebih lemah dari perkiraan dan optimisme pembukaan kembali Selat Hormuz setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan," kata Lukman kepada Katadata, Rabu (5/8).
Meski demikian, ia memperkirakan ruang penguatan rupiah masih terbatas. Investor cenderung berhati-hati menjelang pengumuman data produk domestik bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2026 yang akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) siang ini.
Menurut Lukman, data pertumbuhan ekonomi tersebut akan menjadi salah satu penentu arah pergerakan rupiah karena mencerminkan kondisi fundamental ekonomi domestik di tengah ketidakpastian global.
Ia memproyeksikan rupiah bergerak pada kisaran Rp 17.900 hingga Rp 18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.