Rupiah Menguat 134 Poin ke 17.693 di Tengah Ketegangan Geopolitik dan Arah Fed

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Editor: Agustiyanti
28/8/2026, 16.09 WIB

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,29% ke level 17.693 per dolar AS pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Kurs rupiah berhasil menguat 134 poin atau 0,7% sepanjang pekan ini di tengah sikap kehati-hatian investor terhadap arah kebijakan Amerika Serikat. 

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah juga berhasil menguat di tengah ketegangan yang masih terjadi di Timur Tengah. Upaya diplomatik untuk mempertemukan kembali AS dan Iran menghadapi tantangan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump disebut tidak berminat menghidupkan kembali nota kesepahaman yang dicapai pada Juni.

Ketegangan geopolitik juga meningkat di belahan dunia lainya, setelah Rusia memperingatkan kemungkinan serangan terhadap target militer Inggris. Peringatan ini adalah respons atas penggunaan rudal jelajah jarak jauh pasokan Inggris oleh Ukraina untuk menyerang wilayah Rusia.

Ibrahim mengatakan, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh di Jackson Hole. Pidato tersebut dinilai penting untuk melihat arah kebijakan suku bunga AS ke depan, terutama setelah data inflasi menunjukkan tekanan yang masih tinggi.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), yang menjadi salah satu indikator inflasi utama The Fed, tercatat tumbuh 3,7% secara tahunan hingga Juli. Kondisi tersebut meningkatkan spekulasi bahwa The Fed masih membuka peluang menaikkan suku bunga tahun ini.

Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif penetapan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 oleh Komisi XI DPR RI. Destry sebelumnya menjabat sebagai Pjs Gubernur BI setelah pengunduran diri Perry Warjiyo.

Adapun investor juga masih cenderung berhati-hati menjelang rilis data inflasi Indonesia pekan depan. Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter BI.

 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah