Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Beban

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/nym.
Petugas menunjukkan pecahan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
8/9/2026, 09.47 WIB

Rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dikutip dari Bloomberg, rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.645 per dolar AS melemah 0,3% atau 5 poin. Hingga pukul 09.12 rupiah bergerak menguat berada di level Rp 17.632 per dolar AS naik 0,05% atau 8 poin.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 17.640 per dolar AS, menguat dua poin dari Rp 17.642 per dolar AS. Rupiah sempat melemah 25 poin ke level Rp 17.640 sebelum akhirnya berbalik menguat tipis pada akhir perdagangan.

 Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak konsolidatif terhadap dolar hari ini. Analis Doo Financial Lukman Leong mengatakan minimnya rilis data ekonomi penting dari dalam maupun luar negeri membuat ruang pergerakan rupiah diperkirakan relatif terbatas.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS di tengah absennya data ekonomi penting baik dari internal maupun eksternal hari ini," kata Lukman pada Selasa (8/9).

Lukman mengatakan rupiah berpotensi mendapatkan dukungan dari indeks dolar AS yang tengah mengalami koreksi. Namun, penguatan mata uang Garuda masih akan menghadapi tekanan dari kenaikan harga minyak mentah dunia akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah. 

 "Walau rupiah mungkin didukung oleh indeks dolar yang terpantau terkoreksi, namun harga minyak mentah dunia yang masih naik oleh eskalasi di Timur Tengah membebani," ujarnya.

Kenaikan harga minyak memang kembali menjadi perhatian pasar. Harga Brent telah berada di kisaran US$ 97 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) mendekati US$93 per barel. Naiknya harga minyak setelah ketegangan AS-Iran meningkat dan memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. 

 Lukman memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak dalam rentang Rp 17.600-Rp 17.700 per dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Nuzulia Nur Rahmah