Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp 3,8 triliun untuk program pembukaan rekening massal. Masyarakat yang telah berusia 17 tahun dan belum memiliki rekening akan diberikan insentif berupa saldo awal sebesar Rp 50 ribu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, telah melaporkan perkembangan terkait alokasi kebutuhan anggaran ini kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia juga akan berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.
“Kita mau melihat dengan Menteri Keuangan, program lanjutan seperti apa. Karena kita tahu, bahwa ada insentif seperti bansos yang diberikan kepada mereka yang sudah menikah,” kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Rabu (23/9).
Kebutuhan anggaran ini cukup untuk sekitar 76 juta warga. Namun menurut Airlangga, program pembukaan rekening massal ini masih digodok. Realisasinya kemungkinan baru dilaksanakan pada 2027.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya memerintahkan Himpunan Bank Negara (Himbara) untuk membuat rekening bank bagi seluruh warga Negara Indonesia (WNI). Adapun bank yang ditunjuk yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).
Purbaya saat menjadi Menteri Keuangan menyebut, langkah ini bertujuan agar penyaluran berbagai bantuan sosial lebih lancar dan tepat sasaran. Dia juga menjelaskan, tiap rekening yang diterima warga rencananya berisi saldo Rp 50 ribu hingga Rp 80 ribu pada awalnya.
Purbaya juga menyebut rencana tersebut telah disanggupi oleh Himbara. Dia juga menjanjikan kebijakan tersebut tidak memberikan tekanan kepada bank-bank pelat merah.
“(Hanya) diisi Rp 50 ribu, Himbara bilang mampu, ya kami ikut saja,” kata Purbaya di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Selasa (8/9).