Realisasi Anggaran Bansos Rp 115,8 Triliun, Termasuk Perlinsos dan PIP

ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Petugas melakukan verifikasi data warga penerima manfaat saat penyaluran bantuan sosial pangan beras dan minyak goreng di Kelurahan Ciparigi, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/11/2025).
9/10/2026, 15.57 WIB

Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja bantuan sosial (bansos) hingga 30 September 2026 telah mencapai Rp 115,8 triliun, atau setara dengan 71,2% dari pagu APBN. Anggaran tersebut mencakup berbagai program jaring pengaman sosial yang disalurkan secara menyeluruh untuk menjaga kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, angka ini naik 2,7% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 112,7 triliun. Peningkatan tersebut utamanya didorong oleh percepatan penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah untuk Semester II tahun 2026.

"Belanja bantuan sosial Rp 115,8 triliun, 71,2% dari APBN, termasuk untuk seluruh bansos reguler yang berjalan," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam Konferensi Pers APBN Kita, Jumat (9/10).

Dana tersebut disalurkan untuk menopang berbagai program perlindungan sosial (perlinsos). Untuk Program Sembako, alokasinya mencapai Rp 28,2 triliun bagi 17,6 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sementara itu, Program Keluarga Harapan (PKH) disalurkan sebesar Rp 21,8 triliun kepada 10 juta KPM.

Pemerintah juga menyalurkan anggaran lewat sektor pendidikan dan kesehatan. Program Indonesia Pintar (PIP) tercatat sebesar Rp 11,1 triliun untuk 16 juta siswa, dan KIP Kuliah sebesar Rp 14,4 triliun bagi 878 ribu mahasiswa.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan melalui Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebesar Rp 34,7 triliun untuk 96,7 juta peserta. Adapun dana untuk asistensi, rehabilitasi, dan penanggulangan bencana tersalurkan sebesar Rp 5,6 triliun.

Stimulus di Kuartal IV 2026

Sebelumnya, pemerintah mengumumkan akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 31 triliun untuk menjalankan sejumlah program bantuan pada kuartal IV 2026. Penyaluran stimulus itu diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat melalui bantuan sosial alias bansos pangan, bantuan subsidi upah, hingga program pembukaan rekening bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (30/9). Airlangga mengatakan, salah satu program yang disiapkan pemerintah berupa pembukaan rekening bagi warga negara yang berusia di atas 17 tahun dan masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

Pemerintah juga menyalurkan pemberian bantuan pangan 10 kilogram (kg) beras kepada setiap keluarga penerima manfaat (KPM) selama tiga bulan untuk periode Oktober hingga Desember. Program ini menyasar 33,24 juta KPM yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4.

“Kebutuhan anggarannya kira-kira Rp 17,5 triliun,” ujar Airlangga.

Selain bantuan pangan, pemerintah kembali menyiapkan program bantuan subsidi upah atau BSU bagi pekerja kepada sekitar 13,3 juta pekerja. Setiap pekerja penerima BSU akan memperoleh bantuan Rp 300 ribu per bulan selama tiga bulan dengan total bantuan Rp 900 ribu.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Sukriwan Ramadhan