BEI Perlebar Jaring HSC, Emiten Kapitalisasi Pasar Rp 5 Triliun Kini Bisa Tersar

Katadata/Fauza Syahputra
Ilustrasi.
Penulis: Karunia Putri
Editor: Agustiyanti
10/10/2026, 11.40 WIB

Bursa Efek Indonesia (BEI) menurunkan ambang batas kapitalisasi pasar emiten yang bisa masuk dalam daftar high shareholding concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi dari Rp 10 triliun menjadi Rp 5 triliun. Daftar emiten HSC di BEI berpotensi akan bertambah panjang. 

P.H. Sekretaris Perusahaan BEI Aulia Noviana Utami Putri mengatakan, perubahan metodologi ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi pasar, memperkuat perlindungan investor serta menyediakan informasi yang lebih berkualitas sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.

“PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat reformasi transparansi pasar modal Indonesia melalui pengayaan data kepemilikan saham dengan informasi yang lebih terperinci serta perluasan cakupan metodologi Kepemilikan Saham Konsentrasi Tinggi,” tulis Aulia dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (10/10).

BEI sebelumnya menggunakan metodologi price impact ratio untuk menilai konsentrasi kepemilikan saham pada emiten dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 10 triliun. Melalui penyempurnaan ini, metode tersebut juga diterapkan pada saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp 5 triliun.

Perluasan cakupan tersebut memungkinkan BEI dan KSEI memantau konsentrasi kepemilikan pada lebih banyak saham. Kedua lembaga juga berkomitmen menyempurnakan metodologi dan data kepemilikan secara berkelanjutan dengan mengacu pada praktik global serta masukan investor dan penyedia indeks global.

BEI menilai informasi kepemilikan saham yang lebih lengkap dan terperinci dapat membantu investor mengambil keputusan secara lebih akurat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.

Sejak pertama kali menerbitkan daftar HSC pada 2 April 2026, BEI telah mengidentifikasi 63 emiten yang sahamnya terkonsentrasi tinggi pada pihak tertentu.

Dalam pembaruan terbaru, BEI memasukkan PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO) dengan tingkat konsentrasi kepemilikan saham sebesar 94,96%, serta PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) yang mencapai 99,95%.

Berikut 63 emiten yang masuk ke dalam daftar kepemilikan dengan konsentrasi tertinggi (HSC):

No.Nama PerusahaanKepemilikan dengan Konsentrasi Tertinggi (HSC)
1PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO)99,99%
2PT DCI Indonesia Tbk (DCII)99,96%
3PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD)99,95%
4PT Krom Bank Indonesia Tbk (BBSI)99,95%
5PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)99,95%
6PT Golden Flower Tbk (POLU)99,94%
7PT Soho Global Health Tbk (SOHO)99,93%
8PT Bank Permata Tbk (BNLI)99,92%
9PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI)99,91%
10PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR)99,32%
11PT Charnic Capital Tbk (NICK)99,28%
12PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK)99,85%
13PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY)99,84%
14PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN)99,78%
15PT FAP Agri Tbk (FAPA)99,77%
16PT Ifishdeco Tbk (IFSH)99,77%
17PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR)99,58%
18PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)99,42%
19PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT)99,41%
20PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS)99,24%
21PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)99,21%
22PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII)99,14%
23PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI)98,90%
24PT Prima Andalan Mandiri Tbk (MCOL)98,62%
25PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA)98,62%
26PT Bayan Resources Tbk (BYAN)98,50%
27PT Hoffmen Cleanindo Tbk (KING)98,40%
28PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)98,35%
29PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA)98,21%
30PT Steady Safe Tbk (SAFE)98,14%
31PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)98,06%
32PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)98,03%
33PT Samator Indo Gas Tbk (AGII)97,75%
34PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII)97,62%
35PT Delta Giri Wacana Tbk (DGWG)97,35%
36PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)97,31%
37PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ)97,21%
38PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI)97,02%
39PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO)96,70%
40PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP)96,64%
41PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)96,09%
42PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)95,94%
43PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)95,82%
44PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)95,76%
45PT Bank Mega Tbk (MEGA)95,68%
46PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA)95,65%
47PT Bukit Darmo Tbk (BKDP)95,45%
48PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)95,35%
49PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI)95,08%
50PT Hotel Fitra International Tbk (FITT)95,00%
51PT Royalindo Investa Wijaya Tbk (INDO)94,96%
52PT Siantar Top Tbk (STTP)94,95%
53PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR)94,95%
54PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA)94,79%
55PT Intermedia Capital Tbk (MDIA)94,31%
56PT Kota Satu Properti Tbk (SATU)94,27%
57PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)94,10%
58PT Saranacentral Tbk (BAJA)93,89%
59PT Global Digital Niaga Tbk (BELI)93,83%
60PT Mahkota Group Tbk (MGRO)93,76%
61PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)93,08%
62PT MD Entertainment Tbk (FILM)92,98%
63PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)92,71%

Sumber: BEI

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Karunia Putri