Foto: Ketika India Dikoyak Gelombang Kedua Covid-19

ANTARA FOTO/REUTERS/Adnan Abidi/AWW/dj
27/4/2021, 06.30 WIB

Malam di Sungai Gangga, India, dua pekan terakhir begitu berbeda. Di beberapa sudut, api berkobar di pinggir sungai suci itu. Pembakaran jenazah di atas tumpukan kayu yang membara berulang dilakukan atas mereka yang meninggal lantaran dirajam virus corona.

India sedang dilanda gelombang kedua penyakit Covid-19. Kasus positif virus corona sempat mencapai tertinggi di dunia hingga 332.000 orang per hari. Hingga kini sudah lebih dari 16 juta penduduk di sana yang diserang pagebluk tersebut, kedua tertinggi setelah Amerika Serikat.

India juga mencatat angka kematian harian tertinggi dalam 24 jam di akhir pekan kemarin, dengan lebih 2.200 orang meninggal. Total kematian akibat pandemi ini mencapai 186.920 jiwa.

Fasiltias kesehatan di sana kewalahan. Banyak rumah sakit tak lagi mampu menampung para pasien. Pasokan oksigen merupakan salah satu masalah besar. Sejumlah rumah sakit di Ibu Kota Delhi mulai kehabisan oksigen pada Kamis (22/04).

Karantina diberlakukan selama satu minggu kemarin di Delhi. Kantor pemerintah dan layanan penting, seperti rumah sakit, apotek, dan toko grosir, dibuka selama karantina, yang dimulai pada Senin (19/04) malam. Kota itu ini pun memberlakukan jam malam pada akhir pekan.

Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menghentikan pemberian visa bagi warga negara asing (WNA) yang pernah tinggal atau mengunjungi wilayah India dalam 14 hari terakhir. Sebuah upaya penting guna mencegah penyebaran Covid-19, seperti juga yang dilakukan sejumlah negara lain.