Foto: Jagawana Pelindung Hutan Leuser

Antara Foto|Syifa Yulinnas
Penulis: Antara
15/6/2021, 08.25 WIB

Seraya semburat cahaya matahari menembus di antara dedaunan, sejumlah orang mulai menjejakkan kaki ke bumi menyusuri lebatnya hutan. Tak kenal siang dan malam, mereka yang biasa disebut Ranger atau jagawana tersebut mulai berpatroli di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) di Aceh.

KEL seluas 2,6 juta hektare tersebut menyuguhkan medan yang penuh tantangan. Jalur menanjak, menurun, dan bahkan harus mengarungi sungai dan membelah rawa dengan membawa peralatan patroli dan logistik di masing-masing punggung mereka yang mencapai 50 kilogram.

Demi mengemban tugas negara menjaga hutan Leuser, salah satu paru-paru dunia, agar aman dari kegiatan ilegal seperti pemburuan, perambahan dan pembalakan liar, mereka tak mengenal rasa takut. Dalam setiap masa patroli, tak jarang mereka harus membongkar perangkap atau jerat satwa dari pemburu liar.

Selain itu pengamatan terhadap jejak, sarang, kotoran ataupun bertemu langsung dengan satwa-satwa yang menghuni KEL merupakan momen yang acap kali mereka jalani. Kamera jebak pun dipasang untuk memantau perkembangan satwa penghuni KEL.

Sejak pertengahan 2013, Forum Konservasi Leuser (FKL) memiliki 28 kelompok kerja jagawana yang masing-masing tim berjumlah empat sampai lima orang. Dalam berpatroli mereka didampingi Polhut dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Aceh atau dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.

Mereka berpatroli 15 hingga 23 hari per bulan. Selain untuk menjaga kawasan hutan, mereka mengumpulkan berbagai data di lapangan yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk penelitian dan pengembangan oleh berbagai instansi pemerintah dan pihak terkait.

Jagawana adalah bagian tidak terpisahkan dari KEL, karena KEL merupakan wilayah penting dengan berbagai keanekaragaman hayati seperti empat satwa kunci Sumatera yaitu harimau sumatera, badak sumatera, gajah sumatera, dan orang utan sumatera.

Hutan Leuser merupakan salah satu aset Indonesia yang harus sama-sama kita jaga. Jutaan orang menggantungkan hidup dari hutan ini, salah satunya sebagai sumber air bagi masyarakat di sekitarnya.

Foto dan Teks: Syifa Yulinnas
Editor: Widodo S Jusuf

Reporter: Muhammad Zaenuddin