Foto: Berkah Bisnis Rempah di Masa Pandemi Covid-19

ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Penulis: Antara
4/9/2021, 07.00 WIB

Rempah merupakan bahan yang biasa digunakan untuk bumbu dapur. Jumlah komoditas ini banyak dan mudah ditemui di pasar tradisional dan modern. Bahkan, tanaman rempah kerap dijumpai ditanam di pekarangan rumah.

Melimpahnya tanaman rempah di Nusantara menjadi berkah bagi Aloysia Kurniadi dan Rudy Eko Yulianto. Pasangan suami istri asal Madiun, Jawa Timur itu melihat potensi besar rempah yang bernilai ekonomi. Mereka kemudian merintis UMKM Edelweis yang mengkhususkan produksi rempah kering.

Bisnisnya bermula di awal pandemi pada Maret 2020. Aloysia gelisah karena bumbu dapurnya banyak yang busuk sedangkan beberapa pasar ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Maka, terbesitlah ide untuk membuat bumbu dapur kering yang berkualitas tanpa bahan pengawet.

Mereka kemudian meriset dengan mengunjungi berbagai pemeran produk organik yang disiarkan secara virtual. Juga, belajar melalui internet mengenai cara membuat rempah kering yang tahan lama, tidak mengurangi aroma, warna serta kandungan alaminya.

Media sosial pun dimanfaatkan untuk mencari bahan baku, membeli langsung ke petani dan memberdayakan warga sekitar untuk menggunakan halaman rumahnya sebagai lahan berkebun. Hingga saat ini, UMKM Edelweis memiliki delapan karyawan dan 14 mitra petani yang tersebar di Madiun, Pacitan, dan Salatiga.

Selama perjalanan usahanya, UMKM Edelweis mendapat pendidikan dan pelatihan dari BRI terkait membangun sebuah bisnis. Melalui program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), mereka membangun jaringan bisnis ke luar negeri.

UMKM yang memiliki moto "masak itu praktis" telah memasarkan 38 varian produk rempah dan bumbu masakan yang mampu bertahan hingga dua tahun. Daun salam, daun pandan, daun jeruk, gula kelapa, bunga telang, dan jahe merah merupakan beberapa rempah yang menjadi produk unggulan.

Produk bumbu dan rempah kering mereka dijual di berbagai pasar daring termasuk mini market dan super market di sejumlah kota besar di Indonesia. Ekspor skala kecil telah masuk Singapura.

Foto dan teks : Zabur Karuru-Antara

Reporter: Muhammad Zaenuddin