Peristiwa tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4) malam.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 20.53 WIB yang bermula ketika KRL dari arah Cikarang menuju Bekasi menabrak taksi Green SM di JPL 85, sehingga membuat sistem perkeretaapian terganggu dan terhenti di jalur 1.
Beberapa saat kemudian datang Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang langsung menabrak bagian belakang Commuter Line. Kerasnya hantaman tersebut membuat sejumlah penumpang yang berada di gerbong KRL paling belakang terjepit.
Tim SAR gabungan pun berjibaku melakukan evakuasi korban yang terhimpit dengan menggunakan teknik cutting atau pemotongan dan lifting atau pengangkatan material untuk memisahkan badan korban dari jepitan logam. Selain evakuasi korban, tim SAR juga melakukan prosedur pencarian ke seluruh sudut gerbong KRL untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id di lapangan pukul 14.30, proses evakuasi pengangkatan gerbong KRL Commuter Line masih berlangsung. Tersisa satu bagian gerbong wanita, sementara rangkaian dan lokomotif KA Argo Bromo Anggrek telah selesai diangkut sejak pukul 07.00 pagi tadi.
Tercatat sebanyak 15 penumpang KRL meninggal dunia dan 76 orang lainnya luka-luka. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan korban meninggal dunia telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, korban yang mengalami luka-luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan.
Untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, pemerintah mengerahkan tim investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh atas peristiwa tersebut, baik di tingkat strategis maupun teknis operasional agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
ANTARA FOTO/Paramayuda
Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuter Line yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO//Darryl Ramadhan
Warga melihat kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Kondisi gerbong KRL Commuter Line yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Basarnas memotong badan gerbong kereta untuk mengevakuasi sejumlah penumpang KRL yang masih terjepit akibat tabrakan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Penumpang terjebak di dalam gerbong KRL Commuter Line yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Tim medis menangani petugas dari PT KAI yang menjadi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026).
ANTARA FOTO/Paramayuda
Mobil ambulans terparkir saat evakuasi kecelakaan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur pada Senin (27/4) pukul 20.52 WIB akibat tertabraknya KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha
Sejumlah korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi dirawat di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Petugas mengamati kondisi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI hingga pukul 07.00 WIB sebanyak 7 orang meninggal dan 81 orang luka akibat akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuterline.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Petugas mengevakuasi korban kecelakaan KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data KAI hingga pukul 08.45 WIB sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 korban luka, akibat kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Kereta api (KA) jarak jauh melintas di samping taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi untuk mengumpulkan fakta terkait kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Petugas menggunakan alat berat mengevakuasi gerbong KRL Commuterline usai bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Menurut data PT KAI sebanyak 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka dan para korban dirawat di sejumlah rumah sakit.