[Foto] Imbas Musim Kemarau, Aliran Sungai Menyusut hingga Krisis Air Bersih

ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro/nym.
Penulis: Fauza Syahputra
24/7/2026, 16.11 WIB

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Juli hingga September 2026. 

Kondisi tersebut diperparah oleh fenomena iklim El Nino yang menguat dan akan memangkas curah hujan secara signifikan sehingga musim kemarau tahun ini berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Sejumlah daerah pun mulai terdampak dari musim kemarau tersebut, seperti yang terjadi di Hegarmanah, Bandung, Jawa Barat, dengan aliran Sungai Cikapundung yang menyusut dan berpotensi menyebabkan kekeringan.

Musim kemarau juga mengakibatkan krisis air bersih di enam desa yang tersebar di tiga kecamatan di Karawang, Jawa Barat dan berdampak pada 7.704 jiwa atau 2.585 kepala keluarga (KK).

Sementara itu warga di daerah di Gunung Batur, Kota Cilegon, Banten mengalami kesulitan memperoleh air bersih sejak sebulan terakhir sehingga harus berjalan kaki sekitar satu kilometer menyusuri jalan setapak untuk mengambil air dari sumber mata air di kawasan hutan.

Guna memenuhi kebutuhan warga dalam memperoleh air bersih, Pemerintah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyalurkan air ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

Dalam menghadapi musim kemarau ini, masyarakat juga diimbau menggunakan air secara bijak serta melaporkan kepada pemerintah desa maupun instansi terkait apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Antara