Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2026 mengalami surplus sebesar 3,36 miliar dolar Amerika Serikat (AS) yang diperoleh dari kinerja ekspor mencapai 27,59 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan impor sebesar 24,23 miliar dolar AS. 

Kinerja ekspor Indonesia yang meningkat 11,87% dibandingkan periode sama tahun lalu ini didorong oleh ekspor nonmigas yang naik hingga 12,39% menjadi 26,64 miliar dolar AS, sedangkan ekspor migas turun 0,99% menjadi 0,95 miliar dolar AS.

Sementara itu kenaikan impor pada September 2026 lebih tinggi dibandingkan ekspor yakni mencapai 18,41% secara tahunan. Kenaikan impor terutama didorong oleh komoditas migas yang mencapai 23,94% menjadi 3,27 miliar dolar AS. Sedangkan impor komoditas nonmigas naik 17,59% menjadi 20,96 miliar dolar AS.

Adapun kinerja perdagangan pada bulan ini sedikit menurun dibandingkan surplus pada bulan sebelumnya yang mencapai 3,55 miliar dolar AS maupun kinerja September 2025 yang mencapai 4,55 miliar dolar AS.

BPS juga mencatat, neraca perdagangan mencatatkan surplus secara kumulatif sepanjang Januari-September 2026 mencapai 10,61 miliar dolar AS. Capaian ini menurun dibandingkan Januari-September 2025 yang mencapai 33,54 miliar dolar AS.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.

Reporter: Fauza Syahputra