Bahlil Luncurkan 10 Buku, Luhut Sebut Karya Otentik

Kementerian ESDM
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia meluncurkan sepuluh buku, Jumat (7/8/2026).
Penulis: Arif Hulwan
10/8/2026, 13.21 WIB

Jakarta — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluncurkan sepuluh buku yang merekam perjalanan kebijakan, kepemimpinan, serta transformasi ekonomi Indonesia melalui hilirisasi, investasi, dan kedaulatan energi.

Peluncuran dan bedah buku berlangsung di The Ballroom at Theater Jakarta, Jumat (7/8/2026). Gelarean ini dihadiri oleh Presiden RI Prabowo Subianto, jajaran Kabinet Merah Putih, akademisi, pelaku usaha, serta tokoh nasional.

“Sepak terjang Bahlil Lahadalia bisa menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda. Walaupun dibesarkan dengan kondisi yang sulit, penuh dengan hambatan, tetapi justru membentuk karakter kepemimpinan Bahlil. Keberanian merupakan syarat menjadi seorang pemimpin, tetapi juga harus ditopang oleh nilai kebaikan dan empati,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Sepuluh buku tersebut memotret berbagai kebijakan yang pernah diambil, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, transisi dan kedaulatan energi, investasi inklusif, pembangunan kawasan industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, hingga kepemimpinan dan perjalanan hidup.

Beberapa judul utama antara lain Tuan di Negeri Sendiri: Navigasi Hilirisasi Berkeadilan, Transformasi Energi Negeri: Resiliensi, Transisi Energi, dan Hilirisasi, serta Investasi Inklusif dan Berkelanjutan: Konsep dan Capaian.

Dalam sambutannya Bahlil mengatakan, “Bagaimana mungkin kita mau menggaungkan hilirisasi di daerah kemudian yang mendapatkan manfaatnya itu hanya pemerintah pusat dan investor? Saya pun mengatakan bahwa itu adalah hilirisasi berbagai instrumen kesejahteraan, tetapi orang daerah harus menjadi tuan di negerinya sendiri.”

Dalam buku Tuan di Negeri Sendiri, yang juga merupakan disertasinya, Bahlil menekankan bahwa perjalanan hilirisasi tidak akan benar-benar selesai sampai masyarakat setempat merasakan kesejahteraan secara merata. Hilirisasi harus adil bagi rakyat di sekitar kawasan industri dan daerah penghasil, serta lestari bagi bumi.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan menilai buku-buku Bahlil adalah karya otentik. “Yang membuat buku ini otentik adalah penulisnya. Pak Bahlil lahir di Seram Timur."

"Ayahnya seorang kuli bangunan, ibunya buruh cuci. Berdiri di atas tanah yang kaya tetapi pulang dengan tangan kosong. Hari ini menulis buku tentang bagaimana anak-anak seperti dia tidak boleh lagi menjadi penonton di negerinya sendiri,” sambung dia.

Tenaga Listrik

Sementara itu, sektor ketenagalistrikan dan transisi energi diulas dalam buku Transformasi Energi Negeri. Transisi energi harus berjalan secara adil, realistis, dan sesuai dengan kondisi Indonesia tanpa membebani rakyat secara berlebihan.

Di dalam buku tersebut, kedaulatan energi diartikan sebagai kemampuan negara memproduksi, mendistribusikan, dan memanfaatkan energi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dari sisi makroekonomi, buku Investasi Inklusif dan Berkelanjutan mencatat pencapaian Indonesia yang menduduki peringkat ke-18 sebagai negara penerima investasi terbesar di dunia berdasarkan World Investment Report 2024. Capaian tersebut membuktikan tingginya kepercayaan investor global terhadap fondasi ekonomi Indonesia.

Dalam acara yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM Rosan Roeslani mengaku telah lebih dari 20 tahun mengenal Bahlil.

“Saya mengenal Pak Bahlil lebih dari 20 tahun. Saya menyukai cerdiknya, silaturahminya dan pemikirannya ke depan.” Rosan melanjutkan, “Pak Bahlil telah meletakkan fondasi yang sangat kuat untuk investasi negeri ini.”

Selain membahas kebijakan publik, rangkaian buku ini juga menampilkan sisi kepemimpinan, strategi negosiasi, hingga perjalanan hidup Bahlil Lahadalia melalui sejumlah karya kolaboratif para penulis Indonesia.

Sisi di Balik Layar

Tidak hanya membahas kebijakan makro, rangkaian buku ini juga mengupas sisi humanis dan taktik kepemimpinan di balik layar.

Buku Koboi dari Timur: Jaringan Investasi karya Neneng Herbawati mengulas gaya kepemimpinan yang luwes, visioner, dan berani mengambil langkah out of the box dalam mempertahankan kedaulatan ekonomi di panggung global.

Pendekatan kepemimpinan tangguh tersebut juga tergambar dalam biografi Bertahan, Berjejaring, Bertindak: Melangkah dari Timur ala Bahlil Lahadalia karya Abdul Rahman Farisi dan Yusran Darmawan, serta buku Seni Menuntaskan Misi: Negosiasi, Formulasi, Eksekusi karya Fenty Effendy yang merekam kerja keras Bahlil dengan "manajemen otodidak" serta kemampuannya bertahan di tengah badai krisis global.

Geliat pembangunan infrastruktur strategis beserta cerita dan tantangan di baliknya turut diabadikan dalam buku Batang Magnet Investasi, yang mendokumentasikan kelahiran Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sebagai episentrum baru penanaman modal asing di Asia Tenggara.

Selain itu, buku Menanam Fondasi Kendaraan Listrik Nasional mengisahkan proses kompleks membangun rantai pasok industri baterai dari hulu hingga hilir.

Rangkaian ini ditutup secara reflektif melalui buku Seorang yang Terlanjur Disimpulkan karya Harry Tjahjono, yang mengajak publik menunda penghakiman yang terburu-buru, memahami manusia secara utuh di luar batas ruang digital dan prasangka, serta membedakan antara kritik terhadap gagasan dan perendahan terhadap pribadi.

Rangkaian sepuluh buku ini diharapkan menjadi sumbangsih sekaligus sumber rujukan yang valid, kaya data dan analisis, bagi mahasiswa, birokrat, pelaku usaha, peneliti, serta para pembuat kebijakan dalam memahami fondasi, tantangan, dan arah transformasi energi serta industri Indonesia pada masa depan.

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.