Informasi Resmi Pemerintah Efektif Redam Hoaks Covid-19

Penulis: Arofatin Maulina Ulfa - Tim Riset dan Publikasi
5/10/2020, 09.30 WIB

Selama masa pandemi Covid-19 penyebaran hoaks atau berita bohong yang menyebabkan misinformasi di masyarakat semakin marak dan merajarela. Karena itu, komunikasi dan informasi dari pemerintah menjadi aspek penting selama masa penanganan virus Corona tersebut.

Fenomena ini terpotret dalam survei Katadata Insight Center (KIC) tentang Opini Publik &  Komunikasi Penanganan Pandemi Covid-19 yang dilaksanakan pada 30 Juli – 18 Agustus 2020.  Survei yang dilakukan terhadap 1.847 responden di seluruh wilayah Indonesia ini menunjukkan sebanyak 69,4 persen hoaks tentang Covid-19 menyebar di platform media sosial Facebook dan 51,4 persen melalui Whatsapp. Presentase hoaks terbesar ketiga sebanyak 38 persen menyebar di platform Instagram.

Namun, sebagian besar masyarakat masih mengandalkan situs resmi pemerintah sebagai kanal utama pemberitaan Covid-19. Hal ini terlihat dari besarnya presentase kepercayaan masyarakat terhadap situs resmi pemerintah.

Situs website Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menjadi sumber informasi yang paling dipercaya dengan presentase 56,1 persen. Di urutan kedua website Gugus Tugas Covid-19 yang dipercaya sebesar 52,1 persen.

Masyarakat mengikuti pemberitaan Covid-19 karena beberapa alasan. Di antaranya agar memahami rencana penanganan Covid dari pemerintah (57,4 persen) dan menghindari berita hoaks (55,3 persen).

Sebanyak 71,1 persen responden juga menganggap bahwa penyampaian oleh pemerintah tentang informasi Covid-19 cukup informatif dan mudah dipahami. Adapun harapan masyarakat terhadap pemerintah adalah peningkatan kinerja dalam menangani Covid-19 dengan presentasi sebanyak 57,5 persen. Selain itu, sebanyak 41,3 persen masyarakat berharap agar pelayanan kesehatan juga lebih diperhatikan dan ditingkatkan agar pandemi Covid-19 dapat segera teratasi.