Instrumen investasi emas kian ramai diburu di tengah ketidakstabilan ekonomi global. Menurut World Gold Council, pada 2024, permintaan emas batangan dan koin emas Indonesia mencapai 24,5 ton, tertinggi selama setidaknya lima tahun terakhir.
Secara global, harga emas sudah tembus US$3.424 per troy ounce pada 21 April, tertinggi sepanjang sejarah. Harga emas Antam per 22 April lalu juga pecah telor, mencapai Rp2.039.000 per gramnya. Harga ini melonjak 51,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di sisi lain, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan lonjakan penjualan emas mencapai 43,8 ton pada 2024, tertinggi sepanjang sejarah. PT Pegadaian juga mencatatkan lonjakan pendapatan penjualan emas pada 2024 mencapai Rp18,2 triliun. Penjualan ini melonjak 127,9% dibandingkan tahun 2023 yang penjualannya mencapai Rp7,9 triliun.
Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan menyebut, pada April 2025 sendiri, transaksi tabungan emas Pegadaian rata-rata mencapai Rp1,5 triliun, naik empat kali lipat dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya yang berada di level transaksi Rp380 miliar. Transaksi ini diproyeksikan akan terus naik hingga 10 kali lipat pada akhir bulan.
Menurut Damar, situasi orang berbondong-bondong memilih emas jadi ‘safe haven’ ini dipengaruhi oleh kondisi ketidakstabilan ekonomi global. Perang dagang AS berpotensi berdampak pada perlambatan ekonomi dan ancaman resesi global.
“Emas sering disebut ‘safe haven’ karena menjadi instrumen investasi yang relatif stabil meski kondisi pasar sedang bergejolak. Karena selain likuiditas yang tinggi, emas juga tahan terhadap inflasi untuk menjaga nilai aset,” kata Damar, Sabtu, 19 April.