Lembaga pemeringkat ESG global Sustainalytics baru-baru ini memberikan apresiasi kepada Pertamina atas peningkatan pengelolaan risiko ESG (Environmental, Social, and Governance).
Dalam kategori sub-industri Integrated Oil & Gas, kinerja pengelolaan risiko ESG perusahaan pelat merah ini meraih skor 23,1 dan menempatkannya di posisi pertama dari 56 perusahaan sejenis.
Capaian ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam upaya pengelolaan risiko keberlanjutan yang berdampak pada lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
Selain itu, berdasarkan penilaian MSCI ESG Rating, Pertamina memperoleh peringkat BBB, yang menandakan perusahaan berada pada kategori menengah dalam mengelola risiko serta peluang ESG.
Dari sisi transparansi emisi dan dampak lingkungan, melalui Carbon Disclosure Project, Pertamina mencatatkan skor Water Security A- (kategori leadership atau di atas rata-rata industri) serta skor B untuk Climate Change (kategori management atau tingkat pengelolaan yang baik).
Keberlanjutan Pertamina dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Pada pilar lingkungan, perusahaan berfokus pada upaya mengatasi perubahan iklim, mengurangi jejak lingkungan dari operasional bisnis, serta melindungi keanekaragaman hayati.
Pada pilar sosial, komitmen diarahkan pada penghormatan dan pemberdayaan pekerja, penguatan inovasi dan riset, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pencegahan insiden besar, serta peningkatan keterlibatan dan dampak positif bagi komunitas.
Sementara itu, pada pilar tata kelola, Pertamina menekankan penguatan keamanan siber serta penerapan integritas dan etika perusahaan dalam seluruh aktivitas bisnis.
Penerapan ESG dinilai penting bagi masyarakat karena mencerminkan tanggung jawab perusahaan terhadap dampak bisnisnya, baik terhadap lingkungan maupun sosial.
Implementasi ESG juga menunjukkan kontribusi perusahaan pada pembangunan berkelanjutan, mencerminkan pengelolaan risiko jangka panjang, meningkatkan transparansi kinerja nonkeuangan, serta membantu membangun kepercayaan publik melalui penerapan standar global.