Kemudahan akses pembiayaan di era digital membuat masyarakat semakin mudah memperoleh pinjaman. Namun, akses yang luas belum tentu diiringi pemahaman yang memadai mengenai pengelolaan utang dan kesehatan kredit.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 mencatat tingkat inklusi keuangan mencapai 93,61 persen, sedangkan literasi keuangan berada di angka 69,57persen.
Kesenjangan ini menunjukkan pentingnya edukasi agar masyarakat mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak. Salah satu langkah menjaga kesehatan finansial adalah memastikan cicilan tetap sesuai kemampuan, memantau kolektibilitas kredit, serta membayar kewajiban tepat waktu.
Di tengah kebutuhan tersebut, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit pada Aplikasi Jago untuk membantu nasabah memahami kondisi rekam jejak kreditnya.
Dilengkapi informasi status kredit dan Credit Health Tips, fitur ini diharapkan mendorong masyarakat lebih sadar terhadap kondisi finansialnya. Sebab, pinjaman yang sehat bukan hanya soal kemudahan memperoleh dana, melainkan juga kemampuan mengelolanya secara bertanggung jawab.
Adapun, fitur ini juga memungkinkan nasabah melihat status rekam jejak kreditnya, sehingga lebih mudah mengetahui kondisi kredit dan mengevaluasi kedisiplinan pembayaran.
Informasi tersebut dapat menjadi acuan untuk memperbaiki kebiasaan membayar cicilan dan menjaga kualitas kredit. Selain itu, Credit Health Tips menyediakan lima panduan praktis agar nasabah dapat mengelola cicilan sesuai kemampuan, dengan rasio ideal maksimal 30 persen dari pendapatan bulanan.
Dengan memahami kondisi kredit sejak dini, nasabah dapat mengambil keputusan pembiayaan secara lebih terukur dan mengurangi risiko masalah pembayaran di kemudian hari.