Kompetisi Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 kembali menjadi kontroversi setelah polemik penilaian dalam final tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial pada Mei 2026. Perdebatan antara peserta dan dewan juri dalam lomba tersebut memicu kritik masyarakat hingga membuat Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Di tengah polemik tersebut, banyak pelajar dan sekolah mulai mencari informasi mengenai jadwal pelaksanaan Cerdas Cermat 4 Pilar 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI itu diketahui rutin digelar sebagai bagian dari program sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan kepada generasi muda.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan akun resmi media sosial MPR RI, pelaksanaan Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 telah dimulai sejak 11 April 2026 dan berlangsung bertahap di berbagai provinsi di Indonesia. Kompetisi tersebut disiarkan langsung melalui kanal YouTube MPRGOID mulai pukul 14.00 WIB maupun WITA hingga selesai.
Apa Itu Cerdas Cermat 4 Pilar?
Cerdas Cermat 4 Pilar adalah kompetisi pengetahuan kebangsaan yang ditujukan bagi pelajar tingkat SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri atas Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam pelaksanaannya, peserta akan menjawab berbagai pertanyaan terkait sejarah nasional, sistem ketatanegaraan, konstitusi, hingga wawasan kebangsaan.
Kompetisi berlangsung secara bertahap mulai dari tingkat provinsi hingga nasional. Sekolah yang lolos seleksi daerah akan mewakili wilayah masing-masing pada tahap berikutnya.
Selain menjadi ajang akademik, Cerdas Cermat 4 Pilar juga menjadi bagian dari program pendidikan kebangsaan yang dijalankan MPR RI untuk memperkuat nasionalisme di kalangan pelajar.
Kapan Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 Diadakan?
Pelaksanaan Cerdas Cermat 4 Pilar 2026 sebenarnya telah dimulai putaran pertamanya sejak 11 April 2026 di sejumlah provinsi di Indonesia. Akan tetapi, gaung popularitas eventnya menjadi semakin melonjak setelah adanya kontroversi terkait penilaian juri yang dianggap berat sebelah.
Berdasarkan unggahan resmi akun media sosial MPR RI, putaran pertama kompetisi telah digelar di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada 11 April 2026.
- Kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat berlangsung di Hotel Mercure Bandung. Sementara itu, lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah digelar di Hotel MG Setos Semarang dan kompetisi tingkat Provinsi D.I. Yogyakarta berlangsung di Wyndham Garden Yogyakarta.
- Pelaksanaan lomba berlanjut pada 18 April 2026 di sejumlah daerah lain. Kompetisi tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di Hotel Vasa Surabaya, sementara lomba tingkat Provinsi Banten berlangsung di Hotel Harris Serpong dan kompetisi tingkat Provinsi Lampung dilaksanakan di Hotel Radisson Lampung.
- Babak berikutnya berlangsung pada 25 April 2026 di Provinsi DKI Jakarta, Jambi, dan Riau. Kompetisi tingkat Provinsi DKI Jakarta digelar di Hotel Novotel Jakarta. Pada hari yang sama, lomba tingkat Provinsi Jambi berlangsung di Swiss-Belhotel Jambi dan kompetisi tingkat Provinsi Riau digelar di Hotel Novotel Pekanbaru.
- Pelaksanaan Cerdas Cermat 4 Pilar kemudian berlanjut pada 2 Mei 2026 di Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Kepulauan Bangka Belitung. Lomba tingkat Provinsi Bengkulu dilaksanakan di Asrama Haji Provinsi Bengkulu. Sementara itu, kompetisi tingkat Provinsi Sumatera Selatan berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang dan tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung digelar di Soll Marina Hotel Bangka.
- Babak berikutnya berlangsung pada 9 Mei 2026 di sejumlah wilayah seperti Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan. Kompetisi tingkat Provinsi Kepulauan Riau berlangsung di Aston Tanjungpinang Hotel. Sementara itu, lomba tingkat Provinsi Kalimantan Barat digelar di Novotel Pontianak Convention Centre. Pada hari yang sama, lomba tingkat Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung di Grand Maya by ARTOTEL Banjarbaru.
Kronologi Polemik Cerdas Cermat 4 Pilar di Kalimantan Barat
Kompetisi Cerdas Cermat 4 Pilar menimbulkan kontroversi pada final tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar di Pontianak pada Sabtu, 9 Mei 2026. Final tersebut diikuti tiga sekolah, yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.
Polemik bermula saat sesi rebutan jawaban ketika dewan juri memberikan pertanyaan mengenai lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab pertanyaan tersebut. Peserta menjawab bahwa anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah atau DPD dan diresmikan Presiden. Namun, jawaban tersebut justru dianggap salah oleh dewan juri sehingga Regu C mendapat pengurangan poin minus lima.
Pertanyaan yang sama kemudian kembali dibacakan dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas. Jawaban yang diberikan dinilai serupa dengan jawaban Regu C karena sama-sama menyebut DPR memilih anggota BPK dengan memperhatikan pertimbangan DPD dan diresmikan Presiden. Meski demikian, Regu B justru mendapatkan nilai penuh 10 poin dengan alasan inti jawaban sudah benar.
Keputusan tersebut langsung diprotes Regu C karena merasa telah memberikan jawaban yang sama. Dalam video yang beredar, peserta Regu C meminta audiens memberikan kesaksian apakah unsur DPD sempat disebutkan dalam jawaban mereka.
Salah satu juri, Dyastasita WB yang menjabat Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, menyatakan dewan juri tidak mendengar penyebutan DPD secara jelas.
Sementara itu, juri lainnya, Indri Wahyuni yang merupakan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI, menjelaskan bahwa artikulasi jawaban menjadi bagian penting dalam penilaian lomba.
Menurut juri, peserta telah diingatkan sejak awal agar menjawab dengan artikulasi yang jelas sehingga dapat terdengar dengan baik oleh dewan juri.
Meski demikian, penjelasan tersebut tetap menuai kritik publik di media sosial. Sejumlah komentar warganet menilai keputusan juri tidak konsisten dan dapat mempengaruhi mental peserta lomba.
Wakil Ketua MPR Minta Maaf dan Janji Evaluasi
Kontroversi tersebut akhirnya mendapat respons langsung dari Wakil Ketua MPR RI Arcandra Muhammad Akbar Supratman.
Dalam keterangan resmi pada 11 Mei 2026, Akbar meminta maaf kepada publik atas kelalaian yang terjadi dalam penilaian lomba.
Ia juga menegaskan bahwa MPR RI akan menindaklanjuti kejadian tersebut sekaligus mengevaluasi sistem perlombaan dan kinerja dewan juri.
Masyarakat kini menunggu tindak lanjut resmi dari MPR RI terkait hasil evaluasi tersebut agar pelaksanaan kompetisi berjalan lebih objektif, transparan, dan adil bagi seluruh peserta.