Di Indonesia, bulan Ramadhan umumnya identik dengan kegiatan kultum atau kuliah tujuh menit yang biasanya dilaksanakan setelah sholat subuh atau sholat tarawih selama bulan Ramadhan.

Adapun kultum sendiri merupakan kegiatan ceramah singkat dalam waktu terbatas yang umumnya disampaikan oleh seorang ustadz atau kyai.

Ada berbagai tema yang bisa disampaikan dalam kultum. Salah satunya yaitu tentang adab dimana dalam agama Islam menempati posisi tertinggi dibandingkan dengan lmu.

Hal tersebut tertuang dalam pepatah Arab yang mengatakan, Al Adabu Fauqol ilmi, yang artinya adab lebih tinggi daripada ilmu. 

Melihat pepatah Arab tersebut dapat disimpulkan jika adab atau etika yang baik harus menjadi sebuah pondasi atau landasan harus dimiliki oleh setiap individu atau Muslim sebelum mengejar ilmu pengetahuan. 

Tak hanya itu, adab juga jadi salah satu hal yang penting dalam hubungan kita dengan masyarakat atau lingkungan sekitar. 

Berikut di bawah ini beberapa contoh kultum singkat tentang adab lebih tinggi daripada ilmu lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu

Berikut ini empat contoh kultum singkat dari berbagai sumber lengkap dengan dalilnya sebagai referensi bila ingin mengangkat tema adab lebih tinggi daripada ilmu dalam ceramah yang akan disampaikan.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu (Unsplash)

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu (1)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT,

Pada kesempatan yang mulia ini, saya ingin menyampaikan sedikit pesan tentang pentingnya adab dan ilmu dalam kehidupan kita, khususnya terkait kedudukan adab atau akhlak yang ternyata lebih tinggi daripada ilmu semata.

“Adab lebih tinggi daripada ilmu”. Kita pasti pernah mendengar ungkapan ini dan mari kita telaah lebih dalam maknanya.

Ilmu pengetahuan adalah cahaya yang menerangi jalan hidup kita. Dengan ilmu, kita dapat memahami perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Ilmu pengetahuan juga bisa menjadi modal untuk menjalani kehidupan dengan lebih mudah.

Sebagai contoh, kita bisa mendapatkan pekerjaan yang layak berkat mendalami ilmu berhitung atau matematika. Teknologi berkembang dengan sangat pesat dan memudahkan kehidupan manusia berkat adanya ilmu pengetahuan.

Dari segi spiritual, ilmu menjadi bekal penting dalam menjalankan ibadah dan berinteraksi dengan sesama. Berkat ilmu, kita bisa tahu bagaimana caranya shalat, caranya berpuasa, dan ibadah-ibadah lainnya. Namun, perlu kita sadari bahwa ilmu tanpa adab ibarat lentera tanpa pelita. Ia tidak akan mampu memberikan manfaat yang sesungguhnya.

Adab, di sisi lain, adalah cerminan dari keindahan jiwa dan ketinggian budi pekerti. Ia meliputi tata cara berinteraksi dengan Allah, Rasulullah, sesama manusia, bahkan dengan alam semesta. Adab mengajarkan kita tentang kerendahan hati, kesopanan, kejujuran, kasih sayang, dan tanggung jawab.

Dalam Islam, adab dan akhlak memiliki kedudukan yang sangat agung. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Beliau adalah teladan utama dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam berilmu dan beradab.

Banyak dalil yang menekankan pentingnya akhlak yang baik sebagai tolok ukur kesempurnaan iman seseorang. Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin selain akhlak yang baik. Sungguh, Allah membenci orang yang berkata keji dan kotor.” (HR. Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa akhlak yang baik dapat memberatkan timbangan amal seseorang dan bisa menyelamatkan dirinya di akhirat kelak.

Adab dan ilmu adalah dua hal penting yang harus dikejar dan dipelajari oleh umat Islam. Akan tetapi, bayangkan jika seseorang memiliki ilmu setinggi langit, tapi tidak memiliki adab. Ia mungkin mampu menjelaskan berbagai teori dan konsep dengan fasih, tetapi lisannya menyakiti hati orang lain.

Ia mungkin memiliki jabatan yang tinggi, tapi ia bersikap sombong dan merendahkan sesama. Ilmu yang dimiliki tentunya tidak akan membawa manfaat, bahkan justru menjadi bumerang bagi dirinya dan orang lain.

Sebaliknya, seseorang yang memiliki adab yang baik, meskipun ilmunya tidak seberapa, pasti akan lebih dihargai dan dihormati. Ia akan berinteraksi dengan sesama dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Ilmu yang sedikit yang dimilikinya justru akan membawa keberkahan karena diiringi dengan kerendahan hati dan keinginan untuk berbagi.

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa berusaha untuk tidak hanya mengejar ilmu pengetahuan, api juga memperbaiki dan meningkatkan kualitas adab kita. Ilmu tanpa adab akan menjadi sia-sia. Sementara adab yang baik akan menghiasi ilmu dan menjadikannya bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-Nya yang berilmu dan beradab sehingga kita dapat meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Amin ya rabbal 'alamin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu (2)

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pertama-tama, marilah panjatkan puji dan syukur kepada Allah Swt Atas karunia-Nya, semua bisa berkumpul di tempat mulia ini. Selawat serta salam semoga senantiasi tercurah kepada Nabi Muhammad saw beserta keluarga dan sahabatnya.

Saat ini tidak sedikit orang yang mempunyai banyak ilmu, namun tidak mempunyai akhlak atau kurang akhlaknya. Yang lebih banyak lagi, kejadian terhadap seseorang yang masih dalam proses menimba ilmu di tahapan dasar, namun sudah sangat kurang ajar terhadap gurunya.

Hal itu tidak mengada-ngada, sudah sering sekali muncul di pemberitaan media sosial atau televisi. Ada segerombolan murid yang mencaci, menghina bahkan sampai memukul gurunya karena murid tidak suka, atau murid tidak terima dengan tindakan guru, dan faktor lainnya.

Padahal para ulama sudah menjelaskan bahwa kedudukan akhlak itu ada di atasnya ilmu. Sehingga ketika seseorang mencari ilmu, adab harus ikut andil dalam proses tersebut. Berikut akhlak dalam mencari ilmu yang perlu murid perhatikan.

Pertama, murid yang akan memilih seorang guru untuk diambil ilmunya, hendaknya menimbang dan melakukan istikharah kepada Allah Swt.

Kedua, setiap murid harus berakhlak baik agar bisa menerima ilmu. Terutama akhlak murid kepada guru yang telah mentransfer ilmunya.

Ketiga, seorang murid tidak menginginkan penambahan ilmu tatkala kurang teguh dalam bersikap wara atau beragama, atau tidak memiliki tingkah laku yang baik.

Keempat, murid hendaknya mengikuti gurunya dalam berbagai urusannya, dan tidak keluar dari pendapat maupun pengaturannya.

Kelima, hendaknya murid memandang guru dengan pandangan penghormatan dan meyakini padanya derajat kesempurnaan. Dengan seperti itu bisa lebih berpotensi untuk mendapatkan manfaat darinya.

Keenam, memanggil guru dengan sopan. Janganlah memanggil guru dengan panggilan yang tidak ada penghormatannya dan jangan juga memanggilnya dari kejauhan.

Itulah yang bisa disampaikan dalam kultum singkat ini. Semoga memberikan manfaat. Mohon maaf bila ada salah kata ataupun ucapan yang tidak berkenan di hati. Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq,

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu (3)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

بِسْمِ اللهِ الـحَمْدُ للهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِ الله، لَا حَوْلَ وَ لَا قُوَّةَ اِلَّا بِالله وَ بَعْدُ

Teman-teman semua yang hadir dalam kesempatan kali ini, saya ingin menyampaikan sebuah materi menarik mengenai adab. Kita semua pasti pernah mendengar nasihat bahwa adab merupakan hal yang harus didahulukan sebelum ilmu.

Mengapa seperti itu? Padahal kedua hal tersebut sama-sama tak kalah pentingnya? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan adab sebenarnya.

Secara bahasa, adab sendiri memiliki arti menerapkan akhlak yang mulia. Mengutip dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar mengungkapkan bahwa:

‎وَالْأَدَبُ اسْتِعْمَالُ مَا يُحْمَدُ قَوْلًا وَفِعْلًا وَعَبَّرَ بَعْضُهُمْ عَنْهُ بِأَنَّهُ الْأَخْذُ بِمَكَارِمِ الْأَخْلَاقِ

Artinya:

“Adab artinya menerapkan segala yang dipuji oleh orang, baik berupa perkataan maupun perbuatan. Sebagian ulama juga mendefinisikan, adab adalah menerapkan akhlak-akhlak yang mulia” (Fathul Bari, 10/400).

Berpacu padah hal tersebut, adab dapat dipahami sebagai segala bentuk perilaku, sikap, maupun tata cara hidup yang memancarkan sopan santun, kebaikan, kehalusan, budi pekerti, serta akhlak.

Meskipun terdengar simpel, untuk mempelajari adab dengan baik membutuhkan waktu yang tak sebentar. Hal ini diungkapkan oleh Ustadz Budi Ashari dalam kajiannya, bahwa pentingkan adab terlebih dahulu barulah ilmu.

Lalu, kenapa banyak sekali ulama yang berpendapat untuk mendahulukan belajar tentang adab?

Yusuf bin Al Husain pernah berkata, 

Sebagaimana Yusuf bin Al Husain berkata,

بالأدب تفهم العلم

“Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah untuk memahami ilmu.”

Kenapa demikian? Karena kepintaran seseorang tidak akan ada artinya jika tidak memiliki adab atau akhlak yang baik. Ilmu bagaikan dua mata pisau, meskipun baik, sewaktu-waktu dapat berubah menjadi berbahaya apabila tidak dibarengi oleh akhlak yang baik.

Selain itu, kita juga mungkin pernah atau bahkan sering mendengar:

“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti jasad tanpa ruh” (Adabul Imla’ wal Istimla’ [2], dinukil dari Min Washaya Al Ulama liThalabatil Ilmi [10]).

Adab memang memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan kita sebagai umat muslim, bahkan Allah SWT menjadikan adab sebagai sesuatu hal yang utama. Hal ini dikarenakan kepintaran seseorang tidak akan ada artinya jika orang tersebut tidak beradab.

Sewaktu-waktu ilmu bisa saja berubah menjadi hal berbahaya apabila kita sebagai pemiliknya tidak mengamalkan adab yang baik.

Teman-teman, kita juga harus paham bahwa adab memiliki peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang karakter anak. Apalagi di zaman sekarang, karakter dan adab dapat mudah pudar karena perkembangan zaman yang begitu pesat.

Banyak sekali anak-anak di luaran sana yang perlahan mulai mengabaikan pentingnya adab serta karakter di dalam pendidikan.

Ibnu al-Mubarak ra pernah berkata bahwa memiliki adab atau kebaikan budi pekerti walaupun hanya setitik itu lebih dibutuhkan dibanding memiliki banyak sekali ilmu pengetahuan.

Dari pernyataan yang disampaikan Ibnu Mubarak tersebut, kita dapat memahami bahwa memiliki sedikit adab itu sangat lebih dibutuhkan daripada memiliki banyak ilmu.

Dimana apabila kita sebagai umat muslim memiliki ilmu namun tidak beradab, maka ilmu yang sudah kita pelajari tersebut tidak cukup berguna bagi diri kita sendiri karena tak dapat menjadikan kita sebagai seorang yang beradab.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, hal tersebut dikarenakan orang berilmu tinggi belum tentu beradab tinggi pula. Namun, jika seseorang memiliki adab yang baik maka orang tersebut sudah pasti berilmu.

Sekian yang hanya bisa saya sampaikan dalam kesempatan kali ini, semoga pemaparan tadi dapat memberikan kebermanfaatan kepada kita semua untuk terus meningkatkan ada pada kehidupan kita ke depannya. Terima kasih.

Wallahul muwafiq ilaa aqwamith thariq, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Kultum Singkat tentang Adab Lebih Tinggi daripada Ilmu (4)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Ma’asyiral Muslimin, Rahimakumullah

Menuntut ilmu adalah kewajiban seorang muslim. Saat ini kita berada di dunia yang dipenuhi dengan berbagai ilmu pengetahuan, mulai dari ilmu dasar seperti matematika, ekonomi, astronomi, hingga ilmu-ilmu yang berkaitan dengan teknologi.

Ilmu membuat peradaban manusia menjadi semakin maju. Lihat saja berbagai macam teknologi yang ada saat ini, seperti smartphone, internet, hingga pesawat luar angkasa, semua tercipta berkat adanya ilmu pengetahuan.

Ilmu membuat kehidupan kita menjadi lebih mudah dan bermakna. Namun, ilmu hanya akan mendatangkan manfaat dan keberkahan apabila didahului dengan adab. Para ulama terdahulu telah menekankan bahwa adab dan akhlak yang baik adalah fondasi utama sebelum seseorang menuntut ilmu.

Imam Malik pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy, “Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.” Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ilmu sangat penting, adab jauh lebih penting karena menjadi dasar bagaimana ilmu itu dipelajari, diamalkan, dan disampaikan.

Ilmu tanpa adab bisa menjadi bumerang. Orang yang berilmu, tapi tidak memiliki adab, bisa saja menyesatkan orang lain, menyombongkan diri, atau bahkan menimbulkan kerusakan. Sebaliknya, orang yang memiliki adab, meski ilmunya belum tinggi, lebih mudah diterima masyarakat dan lebih membawa banyak manfaat.

Rasulullah SAW adalah sebaik-baiknya teladan. Beliau dikenal bukan hanya karena wahyu yang beliau bawa, tapi juga karena akhlaknya yang begitu mulia.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin pernah bertemu dengan orang yang sangat pintar dan memiliki gelar pendidikan tinggi, tapi sayangnya memiliki sikap yang kurang sopan atau suka merendahkan.

Orang seperti ini, ilmunya akan sulit menciptakan manfaat karena tak dibarengi adab. Padahal ilmu seharusnya semakin menjadikan kita rendah hati, bukan tinggi hati. Adab juga menjadi kunci keberkahan ilmu. Adab bukan sekadar pelengkap, tapi bagian penting dari proses menuntut ilmu.

Untuk seluruh generasi muda zaman sekarang, ingatlah jangan hanya mengejar gelar dan pengetahuan akademis, tapi juga bangun karakter positif, santun dalam bertutur kata, hormati guru, dan rendah hati kepada sesama. Tanpa adab, sehebat apa pun ilmu kita, tidak akan menjadi cahaya bagi sekitar.

Maka dari itu, mari kita terus belajar dan memperbaiki adab kita. Kita jaga ucapan kita, sikap kita, dan cara kita memperlakukan orang lain. Adab bukan hanya untuk orang yang berilmu, tapi untuk setiap insan yang ingin dimuliakan Allah dan dicintai sesama manusia.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Itulah empat contoh kultum singkat tentang adab lebih tinggi daripada ilmu lengkap dengan dalilnya yang bisa dijadikan sebagai referensi. 

Baca artikel ini lewat aplikasi mobile.

Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.